Monday, March 16, 2020

Sinopsis J- Drama : Doctor X Season 1 Episode 2 - 2

2 comments

Original Network :  TV Asahi
Dirumah Agensi Kanbara Locums. Seperti biasa, Daimon bermain mahyong bersama dengan Kanbara dan kedua temannya. Kanbara mengomentari kalau Torii yang mengoperasi pasien VIP, maka itu adalah kabar buruk, karena nyawa yang bisa di selamatkan pun akan hilang. Sebab Torii sama sekali tidak pandai mengoperasi. Torii hanyalah orang bodoh terpelajar yang menjadi seorang professor melalui penelitian, menulis makalah, dan lobi2.

“Seburuk itukah?” tanya Daimon sambil tertawa geli.
“Tapi tetap saja, dia harus melakukan setidaknya satu operasi dalam sebulan untuk menyelamatkan wajah nya dan demi penampilan sebagai seorang kepala ahli bedah,” jelas Kanbara.
“Itu mengerikan. Membunuh demi menjaga wajah dan penampilan.”
“Michiko, urus pekerjaanmu sendiri sekarang. Kamu akan di pecat jika terlibat lagi,” tegas Kanbara. Dan Daimon diam sambil fokus memainkan mahyong nya.

Daimon merasa kalau dia kan menang dalam permainan mahyong sekarang. Tapi Kanbara langsung membunuh kesenangan nya. “Michiko, kamu kalah,” katanya. Dan Daimon berteriak frustasi.



Busujima dan para staff medis melakukan kunjungan keliling.
Nikaido makan steak dengan lahap. Saat Busujima dan para staff medis datang berkunjung, dia langsung mencuci tangan nya di dalam vas bunga. Lalu dia mengambil amplop tebal dan memberikan itu kepada Busujima. Dengan sopan dan tegas Busujima menolaknya, sebab mereka tidak boleh menerimanya.


Daimon tidak ikut dalam kunjungan keliling. Dia memeriksa pasiennya, Yasuda. Saat Yasuda tahu kalau Daimon lah yang akan mengoperasinya, dia merasa kurang bersemangat, karena dia ingin Torii yang mengoperasi nya. Sebab setahunya Torii adalah profesor terkemuka.
“Anda mungkin lebih beruntung dari yang Anda pikirkan,” komentar Daimon.


Ketika Direktur dan para staff medis datang untuk melakukan kunjungan keliling. Daimon menemani Yasuda untuk pergi ke ruang pemeriksaan. Yasuda heran kenapa Daimon tidak ikut dengan para dokter yang lainnya.
“Saya tidak akan melakukan tugas- tugas yang tidak berguna. Ekstra yang tidak berguna tanpa lisensi medis bisa disebut menjadi pembantu,” jelas Daimon. “Selain itu, itu hanya mengganggu bagi pasien juga,” jelasnya. Dan semua nya mendengar dengan tidak senang.

Diruang dokter. Daimon mengecek data Yasuda seperti apakah dia memiliki gejala lain, komplikasi, atau alergi, dan semuanya baik. Lalu Daimon memperhatikan CT Scan milik Nikaido. “Yang satu ini memiliki prioritas yang lebih tinggi,” komentarnya.
Morimoto tidak mengerti maksud Daimon, jadi dia pun bertanya. Sementara Kaji terus bersikap sinis, dia menuduh kalau Daimon pasti benar- benar ingin mengincar imbalan dari Nikaido. Dan Hara setuju.

Terayama datang dan menegus Daimon yang sebelumnya sempat membuat komentar keterlaluan saat Busujima melakukan kunjungan keliling. Dan Daimon mengabaikannya. Dia meminta Torii untuk tukaran saat operasi besok. Dia akan melakukan milik Nikaido. Sementara Torii melakukan milik Yasuda.



Tentu saja, Torii menjawab tidak mau. Sebab dia adalah professor tinggi sedangkan Daimon hanyalah freelancer. Terayama setuju dengan komentar Torii dan tertawa.
“Tapi, Anda lemah dalam hal operasi, ya kan?” kata Daimon dengan sangat yakin. Dan semuanya merasa terkejut. Terayama pun langsung meneriaki Daimon supaya tutup mulut.

Morimoto menjelaskan tentang operasi besok kepada Yasuda dan keluarga. Operasi akan berlangsung paling lama 3 jam. Jadi sebelum operasi di mulai besok, Morimoto memberikan surat persetujuan kepada Yasuda untuk di tanda tangani.
Daimon tidak memperhatikan mereka dan hanya diam saja di dekat jendela sambil memandang keluar.

Yasuda merasa ragu untuk menanda tangani surat persetujuan. Dia takut untuk di operasi. Dengan ramah, Morimoto menenangkannya untuk tidak perlu khawatir, sebab mereka akan melakukan yang terbaik. Mendengar itu, Daimon memandang ke arah mereka.
“Jika Anda tidak di operasi, Anda akan mati,” kata Daimon dengan tegas. Menakuti Yasuda. Dan Morimoto pun langsung menegurnya.

“Tapi ada kemungkinan operasi gagal, benar kan?” tanya Yasuda.
“Jika gagal, Anda akan mati,” jawab Daimon. Menakuti Istri Yasuda. “Tapi saya tidak akan membiarkan Anda mati. Saya tidak pernah gagal,” kata Daimon dengan penuh percaya diri. Membuat setiap orang terkejut dengan kepercayaan dirinya.
“Baiklah. Saya mengandalkan Anda!” jawab Yasuda, akhirnya membuat keputusan.



Istri Yasuda mendekati Daimon dan memberikan amplop uang kepadanya sebagai permohonan supaya suaminya dapat di selamatkan. Dan Morimoto langsung menolak sebab rumah sakit melarang untuk menerima uang persenan dari pasien. Tapi tanpa ragu, Daimon mengambil amplop tersebut dan memasuk kan nya ke dalam saku jas nya. Lalu dia melihat jam dan pamit pergi.
Morimoto terkejut dan memanggilnya. Tapi Daimon sama sekiali tidak berbalik dan terus berjalan pergi.

Daimon keluar dari rumah sakit dan memeriksa isi dompet nya yang hanya ada selembar uang saja.


Saat para dokter lain tahu tentang kelakuan Daimon barusan. Mereka merasa tidak senang padanya. Bahkan berpikiran semakin buruk tentangnya. Serta mereka merasa terkejut karena sampai saat ini Daimon sama sekali belum pernah menerima gugatan dari pasien dengan sikap nya itu.

Torii dan Okumura bermesraan di kantor. Torii berjanji bahwa jika operasi besok berjalan dengan lancar, maka dia akan membelikan Okumura sesuatu. Dan Okumura merasa sangat senang, dia menginginkan tas keluaran terbaru, sebab dia tidak mau kalah dengan Daimon. Dan Torii mengiyakan.

Setelah Okumura pulang duluan. Torii teringat akan semua perkataan Daimon dan kepercayaan dirinya. Sehingga dia pun menjadi ragu dan takut untuk melakukan operasi besok.
Kanbara dan teman- teman mengajak Daimon untuk bermain mahyong bersama. Tapi Daimon menolak sebab besok akan menjadi hari yang panjang. Jadi dia ingin beristirahat.
“Dia bilang dia mencintai operasi lebih dari apapun. Tidak heran tidak ada lelaki yang mendekatinya, betulkan Casey?” kata Kanbara pada teman- temannya dan kucing nya.



Torii masuk ke ruangan operasi. Busujima dan Terayama memperhatikannya dari ruang pemerhati. Torii menaiki kursi pendek supaya tingginya sejajar dengan para dokter yang lain. Lalu dia pun memulai operasi Nikaido.
“Apakah dia akan baik- baik saja?” tanya Busujima. “Saya baru kali ini menyaksikan dia melakukan operasi,” jelasnya.
“Benarkah? Prof. Torii benar- benar bersemangat hari ini,” jawab Terayama dengan yakin.

Daimon masuk ke dalam ruang operasi dan melihat ke arah jam. Dia tidak ada basa- basi seperti harus menyalakan musik dan naik ke atas kursi. Yang dia lakukan adalah langsung memulai operasi. Dan Jonouchi memperhatikannya dengan perasaan yakin.
Torii sangat gugup. Dia terus meminta di lap kan keringat nya.
Daimon sangat tenang. Dia melakukan operasi dengan baik. Dia tidak ada berkeringat. Melainkan Morimoto lah yang terus berkeringat.


Torii menemukan arteri yang terjerat dalam tumor. Itu sama seperti apa yang Daimon katakan. Jadi dia pun takut dan menyerah pada operasi. Terayama marah sebab Nikaido adalah pasien VIP, jadi mereka tidak boleh menyerah.
“Prof Torii. Ini Busujima,” katanya dari mic. “Siapa yang menyuruh menutupnya? Saya sebagai Direktur, tidak mengizinkan. Anda tidak boleh menutupnya. Singkirkan kanker nya,” tegasnya.


“Akan lebih berat bagi pasien bila di potong,” balas Torii. Tidak berani.
“Berarti yang Anda lakukan hanya membuka dan menutupnya!” bentak Busujima marah. “Lakukan operasi. Selesaikan itu.”

Daimon sedang mengoperasi. Tapi tiba- tiba ada telpon masuk dari Direktur. Dia tidak mau menjawab dan menyuruh Morimoto untuk menjawab nya. Kemudian dia melihat ke arah jam di dinding dan semakin fokus melakukan operasi.

“Daimon harus segera datang ke ruang operasi no 1,” perintah Direktur.
“Sensei sedang di tengah operasi,” jawab Morimoto. Tapi Direktur tidak peduli. “Itu tidak mungkin. Masih cukup lama disini. Inco (ketua) maafkan saya, perlu waktu minimal 2 jam lebih,” jawab Morimoto sambil memperhatikan Daimon.

Daimon datang dan mendorong Morimoto. “Saya akan segera kesana,” jawabnya dengan tegas.
Morimoto terkejut. Dia menghentikan Daimon supaya jangan pergi. Dan Daimon menjawab dengan tegas bahwa ini adalah urutan utama. Jadi dia minta Morimoto untuk menyingkir.

“Apakah karena uang? Apakah Anda akan memprioritaskan pasien kaya itu diatas pasien ini? Apakah pasien VIP lebih penting?” tanya Miromoto menuduh dengan ketus. Dan Daimon tidak mau mendengar kan. “Anda harus bertanggung jawab pada pasien ini hingga akhir,” tegas Morimoto.
Daimon tidak peduli dengan Morimoto. Dia mendorong Morimoto dan pergi. Dengan marah, Morimoto menghina nya sebagai manusia terburuk. Jonouchi diam dan memperhatikan itu.


Daimon berganti pakaian dan sarung tangan dengan yang baru. Lalu dia masuk ke dalam ruangan operasi. “Saya di panggil menangani dia, tapi disana asisten saya keberatan, Anda selesaikan sisanya,” jelas Daimon dengan cepat. Mengejutkan setiap orang. Dan Hara pun langsung berlari keluar.

“Daimon. Jangan sampai ada yang tahu bahwa Anda berada di sini,” kata Busujima. Dan Daimon mengerti. Busujima pun lalu pergi dari ruang pemerhati.
“Incho. Bagaimana jika dia gagal? Apa yang akan Anda lakukan?” tanya Terayama mengikuti Busujima dengan panik.
“Dia bilang dia tidak pernah gagal.”


Daimon memperhatikan kondisi Nikaido, dan kondisinya sama seperti yang di duganya. Dia menyuruh Torii untuk minggir, karena dia hanya menghalangi jalan. Dan Torii pun langsung menyingkir. Namun karena Daimon tidak memiliki asisten maka dia pun menyuruh Torii untuk menjadi asisten yang membantunya.
“Ganti anestesiolog. Panggil kemari Sensei Jonouchi dari Ruang Operasi no 4,” kata Daimon memberikan instruksi. Dan semuanya memandang nya dengan terkejut serta heran. Tapi mereka tidak mengatakan apapun dan diam.

Jonouchi keluar dari ruang operasi. Dan Hara heran melihat itu. Saat dia masuk ke ruang operasi dia langsung bertanya kepada Morimoto.



“Saya tidak percaya ini,” kata Morimoto. Dan Hara memeriksa kondisi pasien yang sangat stabil.

“Jangan menakutiku.”
“Ini baru 1 jam sejak operasi di mulai. Saya pikir ini akan perlu waktu setidaknya 3 jam untuk melakukan operasi. Tapi dia menyelesaikannya dalam 1 jam,” jelas Morimoto yang masih tidak menyangka betapa sempurna nya pekerjaan Daimon.

Daimon memulai operasi Nikaido dengan tenang. Dia memberikan instruksi kepada setiap orang. Dan menjelaskan apa yang akan di lakukannya dengan baik. Tapi Torii merasa takut dan ragu, sebab semua yang Daimon jelaskan, itu hanya pernah di baca nya dibuku tapi tidak pernah di praktekan jadi jika nantinya terjadi sesuatu, dia tidak bersedia untuk bertanggung jawab.
“Saya tidak pernah gagal,” tegas Daimon dengan percaya diri.

Busujima memperhatikan operasi yang dilakukan oleh Daimon di layar laptopnya. Dan dia terkejut melihat cara yang di gunakan oleh Daimon.


Daimon menyelesaikan operasi dengan baik. Lalu dia pun pamit karena ini sudah waktu nya untuk pulang. Tapi sebelum pergi, dia meletakkan tangannya diatas dada Nikaido untuk memeriksa nya. Kemudian dia pun pergi meninggalkan ruang operasi.


Kanbara datang membawakan melon ke tempat Busujima. Dia datang untuk menagih biaya tambahan. Dikarenakan operasi ganda serta kelebihan jam kerja 35 menit. Namun dengan baik hati, dia memberikan diskon 5 menit dan membulatkan uang lembur menjadi 30 menit saja. Serta dia menenangkan Busujima untuk tidak perlu khawatir, karena dia tidak akan memberitahu pasien atau keluarga pasien bahwa Daimon yang melakukan operasi. Bahkan dia tidak akan membocorkannya kepada media. Dan Busujima mengerti.

Sebagai ganti untuk tidak membocorkan kepada pasien, keluarga pasien, ataupun media. Kanbara meminta persenan dari pasien. Sebagai uang tutup mulut.
“Maaf, tapi dirumah sakit ini, sudah melarang persenan,” kata Terayama dengan tegas.
“Ini tidak perlu tanda terima atau harus membayar pajak. Bukankah ini sama- sama menguntungkan? Tentu saja, itu jika Anda benar- benar mendapatkan nya,” jelas Kanbara dengan ramah. Dan Busujima diam.


“Tidak mungkin. Dia berencana melakukan keduanya dari awal?” gumam Hara, berpikir. “Tidak mungkin, kan?” tanyanya pada Morimoto.
“Mungkin tidak berdasarkan uang urutan prioritasnya,” balas Morimoto.

“Tidak membuat kesalahan. Segalanya berjalan dengan baik hari ini. Tidak ada dokter yang tidak pernah gagal,” pikir Jonouichi sambil tersenyum memperhatikan Daimon yang berjalan pergi.
Daimon menari dengan bersemangat di klub.

1 minggu kemudian. Kunjungan keliling. Daimon yang tidak pernah ikut bergabung, sekarang dia ikut bergabung bersama dengan para staff medis yang lainnya.


Diruang rawat Nikaido. Kondisi Nikaido sangat baik sehingga dia sudah diperbolehkan pulang besok, seperti yang di rencanakan. Nikaido memuji betapa hebatnya Torii dan mengajak berfoto bersama nya untuk di publikasikan. Dan Torii tersenyum lebar di sebelah Nikaido, tapi saat dia melihat Daimon, senyumnya mengecil.


Nikaido kemudian memberikan amplop tebal yang berisikan uang persenan kepada Torii. Dan Daimon memperhatikan amplop tersebut dengan tatapan bersemangat. Busujima menyadari hal itu. 

Okumura merasa sangat senang melihat amplop tebal yang di terima oleh Torii. Dia langsung bersorak girang dan bertanya- tanya tas apa yang harus di beli nya. Dan Torii memeluknya dengan mesra.

Kanbara datang mengantarkan melon kepada Torii. Lalu dia menagih uang persenan yang di terima oleh Torii. Dan dengan terpaksa, Torii memberikan uang tersebut kepada Kanbara.

Kanbara pulang sambil berjalan dengan riang.


Makan malam Profesor Universitas Kedokteran Teito. Mereka membahas tentang permintaan pasien untuk Torii yang semakin meningkat. Dan ini sesuai seperti apa yang diharapkan oleh manajemen rumah sakit.
“Torii-kun di kenal atas penelitian dan makalah, tapi aku tidak menyangka bahwa dia juga seorang ahli bedah yang bagus,” komentar seseorang saat membaca majalah.
“Tentu saja. Depatermen bedah kami luar biasa,” kata Busujima dengan bangga.

Yasuda dan Istri mengucapkan terima kasih banyak kepada Daimon. Dan Daimon mengembalikan uang yang sebelum nya sempat diberikan kepadanya. Lalu dia pun berjalan pergi.


“Ah… gunakanlah untuk membeli makanan bergizi, itu jauh lebih baik daripada diberikan ke dokter seperti dia,” kata Morimoto dengan cepat kepada Yasuda dan istri. Lalu dia pergi mengikuti Daimon.
Yasuda dan Istri bersorak kegirangan.

Kaji masih berpikiran sinis tentang Daimon. Dia yakin kalau Daimon mengoperasi pasien demi uang. Jadi karena itu Daimon tidak peduli dengan seberapa besar resiko bagi pasien.
Para staf medis membaca artikel menarik di internet. Yaitu tentang metode operasi yang digunakan oleh Daimon. “Team operasi sistem pencernaan di RS Cubanacan Medical University, Cuba, berhasil dalam operasi pengangkatan organ kepala pankreas dengan mencangkok pembuluh darah besar mesentric. Ini adalah hal yang diantisipasi untuk memberi harapan kesembuhan pada pasien yang bahkan tidak bisa untuk di operasi lagi. Namun demikian, pasien meninggal dunia sebulan setelah operasi. Penyebab kematian tidak disebutkan. Nama dari dokter bedah utama yang tercatat di catatan medis adalah Dokter X.”

Busujima juga membaca aritkel yang sama. Namun dalam artikel tersebut, wajah Dokter X tidak terlihat jelas. Jadi tidak bisa di ketahui siapa dia.


2 comments: