Sinopsis K- Drama : Train Episode 8 part 3


Original Network : OCN
“Drama ini fiksi. Nama, tempat, organisasi, insiden, entitas, dan pekerjaan tidak terkait kehidupan nyata”


Dalam perjalanan ke rumah sakit. Do Won A merasa sebuah mobil mengikuti mereka dari belakang.

Kemudian Do Won A menanyai, bagaimana Seo Kyung bisa mengenal Dokter Seok. Dan Seo Kyung menjawab bahwa dulu pusat trauma yang memperkenalkan nya ke Dokter Seok.

Ketika Do Won A memeriksa ke kaca spion lagi. Mobil yang berada dibelakang mereka telah menghilang ntah kemana.


Dokter Seok berhenti mengikuti Do Won A dan Seo Kyung.


“Apa terjadi sesuatu kemarin?” tanya Seo Kyung dengan perhatian. “Kamu tampak agak berbeda saat aku melihatmu di gudang barang bukti,” jelas nya. Dan Do Won A hanya diam saja.


Tepat disaat itu, Do Won B menelpon. Dia memberitahu Do Won A bahwa menurut perkiraan cuaca, malam ini akan hujan. Jadi ini waktunya Do Won A untuk kembali ke Dunia A. Setelah mengatakan itu, dia mematikan telponnya. Dan lalu Do Won A menatap ke arah Seo Kyung dengan perasaan bimbang.


Didalam mobil. Dokter Seok membaca buku dengan tenang. Kemudian tiba- tiba saja tangan nya mulai bergetar. Lalu diapun memegang dada nya untuk mengambil obat. Tapi pada saat dia memegang dadanya, dia menyadari kalau kalung nya telah menghilang.


Flash back

Dokter Seok menyimpan pil obat miliknya ke dalam liontin pada kalung. Dan saat dia melakukan itu, Sung Wook datang. Jadi diapun segera menyimpan kalung nya ke dalam laci.


“Kamu meninggalkan bukti di lokerku dengan sidik jariku, bukan? Teganya kamu melakukan itu kepadaku?” tanya Sung Wook, kesal.

“Bukankah seharusnya kamu mulai dengan menanyaiku kenapa aku membunuh ibumu?” tanya Dokter Seok dengan sinis. “Aku memberimu kesempatan untuk memutuskan apakah kamu ingin hidup sebagai putra ibumu atau binatang buas yang tergila-gila dengan uang. Tidak melaporkanku saat tahu aku membunuh ibumu? Kamu melakukan itu,” komentarnya.

Mendengar itu, Sung Wook berbicara dengan suara bergetar. Dia selalu melakukan apa yang Dokter Seok minta. Dan bila Dokter Seok melakukan ini padanya, maka sekarang dia akan ke kantor polisi dan melaporkan segalanya.

“Kamu yakin? Siapa yang akan memercayaimu? Kamu tidak punya bukti,” kata Dokter Seok dengan bangga dan percaya diri. Lalu diapun pergi dari ruangan.

Setelah Dokter Seok pergi dari ruangan, Sung Wook berdiri di tempat seperti orang bodoh. Dia diam dan berpikir harus bagaimana.


Keesokan harinya. Ketika Dokter Seok ingin mengambil kalung nya, ternyata kalung nya telah menghilang dari dalam laci.

Flash back


Mengingat hal tersebut, Dokter Seok menutup buku yang dibacanya. Lalu dia menatap ke arah botol obat kecil yang berada di dalam sakunya.


Dokter memberitahu Do Won A dan Seo Kyung bahwa Sung Wook memang sudah sadar, tapi sulit bagi Sung Wook untuk pulih sepenuhnya. Sung Wook mengalami cedera otak traumatis, jadi Sung Wook bisa menjadi disablitas perilaku atau kognitif. Yaitu kecacatan intelektual. Sung Wook akan memilki kecerdasan seperti seorang anak kecil.

Mendengar penjelasan itu, Do Won A teringat pada Sung Wook dari Dunia A. Dan mengingat itu, tiba- tiba saja dia merasa pusing. Dan Seo Kyung pun merasa khawatir padanya.



Do Won B datang menjenguk Jae Chul. “Bertahanlah sebentar lagi, Ayah. Aku akan membawanya kepada Ayah,” janji nya, bertekad. Lalu tiba- tiba dia mendapatkan telpon, jadi diapun pergi meninggalkan ruangan.

Yang menelpon adalah Dokter yang Do Won B mintai bantuan. Dokter tersebut berhasil mendapatkan daftar pasien yang Do Won B minta. Dan karena itu adalah hal yang mendesak, maka dia akan mengirimkan nya ke ponsel Do Won B langsung.

Tepat ketika Do Won B pergi, Dokter Seok datang dengan menyamar sebagai Dokter di Panti Jompo.



Dokter Seok masuk ke dalam ruangan Jae Chul. “Kurasa kamu tidak bisa menghindari takdir. Aku membiarkanmu hidup dua kali,” katanya. Lalu dengan tangan gemetar dia berusaha untuk menyuntikkan obat kepada Jae Chul. 

Tepat disaat itu, Jae Chul terbangun. Dan dia segera keluar dari ruangan untuk memanggil bantuan. Tapi sialnya, petugas yang berjaga sedang tidak berada di tempat.


Dokter Seok mengejar Jae Chul. Namun saat dia menyadari ada kamera CCTV di koridor, maka diapun bergerak secara diam- diam.


Seorang perawat datang dan memanggil Do Won B yang berada di teras. Dia memberitahu Do Won B bahwa Jae Chul menghilang.


Dengan segera, Do Won B pergi mencari Jae Chul. Namun ketika dia masuk ke dalam kamar. Jae Chul tidak ada disana. Dan kamar itu sangat berantakan.

Do Won B menelpon Do Won A dan memberitahu bahwa Jae Chul menghilang. Mendengar itu, Do Won A merasa khawatir.

Hujan mulai turun dengan deras. Do Won B berlari di jalanan dan mencari- cari Jae Chul.

Do  Won A dan Seo Kyung sampai di Panti Jompo. Dan mereka mulai mencari Jae Chul juga.


Do Won : “Jalan ini menghubungkan dua takdir.”

Do Won B berhasil menemukan Jae Chul. Dan ketika dia berhasil menemukannya, sebuah mobil lewat dan ingin menabrak mereka berdua. Kejadian ini sama seperti dulu, ketika dia mencari Jae Chul, disaat itu sebuah mobil ingin menabrak Jae Chul.


Do Won : “Tapi aku baru sadar setelah mencapai ujung kedua jalan.”

Do Won A menemukan Do Won B dan Jae Chul terbaring tidak sadarkan diri di jalan. Kejadian itu sama seperti dulu, ketika dia menemukan Ayahnya telah meninggal karena tabrak lari.

Do Won : “Aku bukan bagian dari takdir. Takdir adalah bagian dari diriku.”


Do Won A tiba- tiba saja merasa kepalanya sangat kesakitan. Lalu dia melihat sebuah rel kereta.
Do Won : “Aku adalah takdir.”

Post a Comment

Previous Post Next Post