Sinopsis Lakorn : The Gifted Graduation Episode 1 - 4/4




Original Network : GMM 25

Darin mendatangi Supot yang berada di kantor dengan membawa secangkir teh yang telah secara khusus disiapkannya. Dan Supot mengucapkan terima kasih, lalu dia menciumi aroma teh tersebut, tapi dia tidak langsung meminumnya.


“Kamu melakukan kerja bagus pada pidato tadi,” puji Supot. “Tapi sejujurnya, aku tidak berpikir kamu ke sini untuk meningkatkan sekolah. Mr. Pichet pasti mengirim mu ke sini untuk melakukan sesuatu, yang tidak boleh aku ketahui,” katanya secara terang- terangan. “Tidak peduli berapa tahun yang telah berlalu, Kementrian masih penuh rahasia.”

“Rahasia adalah satu- satunya senjata yang bisa dimiliki orang biasa seperti kami. Apa yang bisa aku lakukan sebagai orang biasa untuk melawan potensi Anda?” balas Darin dengan sikap tenang.


Mendengar itu, Supot tertawa geli. Dia telah memeriksa latar belakang Darin, dan dia tidak berpikir kalau Darin bisa disebut sebagai orang biasa. Dan dengan tenang, Darin menanggapi Supot dengan sikap santai dan sedikit bercanda.
“Sebenarnya, aku alergi pada jenis teh tertentu. Jadi aku tidak terlalu yakin, apakah aku harus meminum teh mu,” kata Supot, menolak dengan halus.

“Jika kamu berpikir itu tidak aman, jangan minum,” balas Darin.


“Tapi aku tidak ingin melukai perasaan mu,” balas Supot. Lalu dia meminum teh itu sedikit. Dan Darin memperhatikan itu sambil masih tersenyum dengan sikap tenang.


Video call. Menteri Pichet mengomeli Darin karena tidak bertindak sesuai perintah. Dan Darin menjelaskan bahwa sebaiknya mereka tidak perlu buru- buru dalam hal ini. Karena masih ada banyak hal yang harus di tangani terlebih dahulu. Dia tahu Pichet ingin menyingkirkan Direktur Supot. Tapi dia ingin Pichet jangan melupakan tujuan utama, mengapa mereka disini. Dan dia ingin Pichet mempercayainya.
“Aku beri kamu waktu 2 bulan. 2 bulan dari sekarang, Direktur Supot harus sudah di urus,” kata Pichet dengan tegas.

“Baik, pak,” jawab Darin.



Guru Pom bertemu dengan Supot di kantor. Dia menyarankan Supot untuk tidak mempercayai Darin, dan Supot mengerti, jadi dia ingin Pom tidak mengkhawatirkan itu. Yang harus Pom lakukan adalah mengurus para murid, bukan Darin. Dia ingin para murid Gifted tidak menyebabkan masalah lagi.


Dikamar mandi. Beberapa murid mengeluh kesal, karena Kelas Berbakat di buka kembali. Sebab mereka jadi terpaksa harus belajar keras lagi dan bagi mereka Kelas Berbakat adalah beban.

Time mendengarkan itu dengan tenang sambil mencuci tangannya. Lalu ketika dia memandang ke cermin, disana terdapat kata umpatan. “F*ck you Gifted”. Melihat tulisan itu, Time teringat kata- kata Third saat di kantin. Tahun lalu, Kelas Berbakat di tutup, karena terjadi kekacauan.


Diperpustakaan. Time melihat daftar para murid Gifted angkatan 2018. Dan ketika dia melihat itu, dia teringat dengan orang- orang di dalam gudang yang di lihatnya. Dan dia merasa penasaran.


Malam hari. Time datang ke gudang lagi.  Dia memeriksa isi gudang dengan penuh rasa penasaran, tapi dia tidak menemukan sesuatu yang aneh. Lalu ketika dia mendengar suara langkah kaki, diapun langsung bersembunyi di belakang lemari.


Jack dan Jo masuk duluan ke dalam gudang. “Tidak ada seorang pun disini. Masuklah,” panggil mereka, memberitahu. Lalu Ohm pun langsung muncul di belakang mereka berdua.

Melihat itu, Time merasa terkejut. Karena sebelumnya Ohm tidak ada di belakang Jack dan Jo, tapi kemudian Ohm tiba- tiba saja muncul ntah darimana.


“Akhirnya, kita kembali bersama- sama lagi,” kata Ohm dengan senang.
Claire kemudian membuka pintu dan masuk ke dalam. “Mengapa kamu membuatnya kendengaran seperti masalah besar, Clown (Artinya Badut. Panggilan untuk Ohm)? Kita berjalan melewati satu sama lain setiap hari di lorong.”

“Hei, Idol (Panggilan untuk Claire), berjalan melewati satu sama lain tidak sama seperti kembali kumpul bersama,” balas Ohm. Dan mendengar itu, Punn, Mon, dan Korn, yang masuk ke dalam gudang tertawa.

“Ohm, munculkan kembali semuanya,” perintah Punn. Dan Ohm pun melakukannya.


Ohm menggunakan kekuatannya didepan papan tulis kosong untuk membawa benda yang telah dihilangkan kembali terlihat. “Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan kalian lakukan tanpaku,” katanya dengan bangga. “Kekuatan ku datang dengan tanggung jawab yang besar.”

Melihat itu, Time merasa sangat bingung dan heran. Karena dia tidak bisa melihat terlalu jelas, apa yang sebenarnya Ohm lakukan dengan sikap bangga itu.


“Hidungmu berdarah. Mengapa kamu tidak mengelapnya saja dulu?” kata Korn, mengingatkan. Mendengar itu, Ohm langsung mengelap hidung nya.


Wave kemudian datang juga. “Sekarang Ujian Penempatan telah kembali, kita harus tetap berpegang pada rencana awal kita,” jelas nya.
“Bukankah murid kelas 8 (Panggilan Pang) dengan mu?” tanya Mon, heran.

“Aku disini. Tidak perlu menanyai orang lain,” balas Wave dengan sikap jaim. “Jangan lupa, aku orang yang paling penting dalam rencana ini,” jelas nya sambil menunjukkan kaset yang dibawanya.


Kaset itu adalah senjata yang bisa digunakan untuk melawan Direktur. Itu adalah kaset yang membuat para murid terpilih masuk ke dalam Kelas Berbakat. Dan dengan bangga, Wave menyalakan kaset tersebut. Tapi ketika dia menyalakan nya, dia terbalik menaruh nya, sehingga suara yang keluar dari sana adalah musik biasa. Dan mendengar itu, semua nya menertawai Wave. Dan dengan malu, Wave pun membalik kan kaset tersebut dan menyalakan ulang.




Mendengar suara di kaset tersebut, setiap murid Gifted merasa biasa saja. Tapi Time yang baru pertama kali mendengar itu, dia merasa kepalanya sangat sakit.


Saking sakitnya, Time berteriak. Sehingga diapun ketahuan oleh para murid Gitted. Melihat dia, Ohm langsung mengenali nya. “Ini murid yang melakukan demo untuk membawa Kelas Berbakat dibuka kembali. Apa yang dilakukan nya disini?”

“Apa kamu mendengar apa yang barusan kami mainkan?” tanya Wave dengan serius. Dan Time diam.


Lalu disaat itu, Pang datang.

Pernakah kamu mendengar pepatah, ‘Waktu ada di pihakmu’? Aku tahu ini sudah lama,  tapi waktu telah membawa kami kembali bersama. Hari ini, aku kembali.



“Apa kamu Gifted?” tanya Pang sambil menatap Time.

Post a Comment

Previous Post Next Post