Sinopsis Lakorn : The Gifted Graduation Episode 1 - 3/4





Original Network : GMM 25

Time menolak untuk perbuat curang. Tapi karena Grace terus membujuk nya dan memberikan saran yang membuat nya merasa bimbang. Jadi pada akhirnya, diapun setuju. Namun dia tidak mau setiap orang mengetahui ini, dan Grace mengiyakan, sebab dia tidak akan bertindak sebodoh itu dengan memberitahu setiap orang. Kemudian diapun mulai mau bertindak.

Tapi tepat disaat itu terdengar suara langkah kaki, dan ketika Time memeriksa, tampaknya itu adalah murid- murid Inspeksi. Dan Grace pun menyarankan Time untuk mengalihkan mereka, sedangkan dia akan mencuri data. Dan Time tidak setuju.



“Kamu pergi sekarang. Aku akan mencuri data,” kata Time, memutuskan. Tertangkap menyelinap dari asrama lebih baik daripada tertangkap mencuri data dari admin komputer. Aku akan mengambil resiko itu. Okay?” jelas nya. Lalu diapun mulai bertindak.


Grace dengan sengaja berdiri di tempat yang terlihat oleh murid- murid Inspeksi supaya mereka mengejarnya. Dia berbuat seperti itu untuk mengalihkan perhatian mereka. Tapi Third tidak mengejarnya, karena dia merasa ada yang aneh. Jadi diapun berjalan sendirian menuju ke ruang Guru yang berada di lantai atas untuk memeriksa.

Time merasa gugup dan panik, ketika menunggu data tercopy ke dalam flashdisk.


Third masuk ke dalam ruang Guru. Tapi tidak ada siapapun disana, dan dia merasa heran. Jadi karena itu, diapun berniat untuk pergi saja. Namun karena dia masih merasa ada yang janggal, jadi diapun membuka laptop Guru yang berada dimeja. Dan ketika dia membuka laptop Guru yang tertutup, dia melihat data yang telah di copy.

Time yang bersembunyi di belakang lemari merasa gugup saat melihat itu. Dan kemudian dengan panik, dia segera berlari kabur darisana. Dan Third langsung mengejar nya.


Time lalu masuk ke dalam gudang dan bersembunyi dibelakang lemari disana. Lalu tiba- tiba beberapa orang masuk ke dalam sambil membicarakan tentang demo agar Kelas Berbakat di buka kembali. Tapi dia tidak bisa melihat wajah mereka, karena jarak pandang nya tidak banyak.
“Apa kamu pikir demo yang dilakukan oleh murid tingkat M4 itu akan memiliki dampak?” tanya Claire.
“Aku tidak tahu. Kita lihat saja,” balas Punn.
“Apa anak kelas 8 itu tidak mengatakan apapun?” tanya Mon
“Jangan panik. Tidak ada apa- apa. Percaya padaku,” balas Claire.

Korn kemudian datang dan memanggil mereka bertiga untuk berpencar. Karena Ohm tidak ada disini, jadi mereka tidak bisa bersembunyi dengan baik. Dan mereka mengerti. Lalu mereka semua pun berpencar.


Tepat disaat mereka telah pergi, Third datang dan menemukan Time yang bersembunyi dibelakang lemari. “Apa yang kamu lakukan di Kantor Guru?” tanyanya secara langsung.

“Aku tidak ada melakukan apapun. Aku hanya membuka website yang diblokir,” jawab Time, berbohong.


“Kamu bisa dikeluarkan karena ini,” kata Third, mengingatkan.

“Aku hanya ingin setiap orang bisa mendaftar. Aku ingin Kelas Berbakat. Aku ingin setiap orang memiliki kesempatan untuk mengikuti mimpi mereka,” jawab Time dengan serius.


Teman Third kemudian datang dan menanyai, apakah ada orang disana. Dan Third menjawab tidak. Lalu dia mengajak teman nya untuk pergi. Dan dia membiarkan Time untuk bebas. Dengan lega, Time menghela nafas.



Keesokan harinya. Teman- teman mengucapkan selamat kepada Time, karena Time telah berhasil mengumpulkan banyak suara. Dan mereka yakin Kelas Berbakat pasti akan dibuka kembali. Mendengar itu, Time hanya diam saja. Lalu Grace datang menghampirinya.

“Berhenti melihatku seperti kamu telah membunuh seseorang,” canda Grace.


Time sebenarnya masih merasa bersalah, karena melakukan hal curang. Dan Grace pun mengerti. Dia meminta maaf, karena telah membuat Time melakukan kecurangan itu. Lalu setelah mengatakan, diapun berniat untuk pergi.
“Aku tidak marah,” jelas Time. “Tapi aku kecewa pada diriku sendiri.”

“Aku mengerti bagaimana perasaanmu. Tapi kamu tidak seharusnya kecewa pada dirimu sendiri. Kamu harus nya kecewa pada mereka. Mereka melakukan itu kepada kita, jadi kita melakukan ini. Intinya bukan kita yang ingin melakukan kesalahan. Tapi orang Dewasa yang memaksa kita,” jelas Grace, menyakinkan Time. “Percayai aku, salahkan mereka, bukan dirimu sendiri,” tegas nya.



Menteri Pendidikan, Pichet, menelpon Supot untuk memberitahu bahwa dia telah mengirim seorang staff nya ke sekolah untuk menjadi Kepala Urusan Akademi disana. Karena Kelas Berbakat diizinkan untuk dibuka kembali.





“Selamat pagi, semuanya. Namaku Darin Wattanasin. Kalian bisa memanggilku Ms. Darin. Dari sekarang, aku akan menjadi kepala urusan akademi yang baru. Dan aku berjanji padamu bahwa aku akan menggunakan seluruh kemampuan ku untuk meningkatkan sekolah,” kata Darin kepada seluruh Murid yang berkumpul. “Dan hari ini, aku punya sebuah berita baik untuk kalian semua. Seperti yang kalian tahu, Kelas Berbakat di batalkan tahun lalu. Tapi mengejutkannya, banyak murid yang menanda tangani petisi. Aku ingin mengatakan bahwa aku sangat kagum dan bangga, melihat generasi muda sadar untuk bagaimana menggunakan suara mereka untuk menciptakan perubahan yang menguntungkan untuk masa depan mereka. Itu mengapa aku ingin mengumumkan bahwa tahun ini, sekolah kita akan membuka Kelas Berbakat lagi,” katanya.

Mendengar itu, banyak orang merasa senang. Tapi ada beberapa yang tidak merasa terlalu senang.


“Untuk lebih adil, tingkat M5 yang kehilangan kesempatan tahun lalu, tahun ini, kita akan memilih murid Gifted dari tingkat M4 dan juga M5,” kata Darin, mengumumkan.

Mendengar itu, Third yang awalnya tidak bersemangat, tersenyum penuh semangat. Lalu semua murid pun bertepuk tangan untuk Darin.


Supot menemui Guru Pom. Dia mengajak Pom untuk kembali bekerja dan mengajar lagi disekolah. Terkait apa yang telah terjadi, dia ingin Pom untuk melupakan semua kesalahan itu dan kembali lagi ke sekolah. Karena tidak peduli apapun itu, Kelas Berbakat membutuhkan Pom.


“Karena permintaan para murid, Kelas Berbakat kembali lagi,” kata Pom, memastikan.

“Yang dilakukan para murid tidak terlalu penting. Kebenarannya adalah Menteri pendidikan tidak akan pernah menyerah pada Kelas Berbakat,” balas Supot, menjelaskan. “Mereka barusan telah mendiskusikan sesuatu dengan ku. Jadi sekarang kita memiliki Ketua Urusan Akademi yang baru.”


Darin menerima sebuah kotak hadiah kecil dari Menteri. Hadiah nya adalah sebuah tabung kecil berisikan cairan merah, tapi ntah untuk apa cairan tersebut. Dan sebuah kartu ucapan. “Semoga sukses dalam misi mu.”



Darin mencampurkan cairan merah tersebut ke dalam air dengan hati- hati. Lalu sesudah itu, dia tersenyum puas.

Post a Comment

Previous Post Next Post