Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sinopsis K- Drama : Law School Episode 6/3

 

Original Network : jTBC Netfix

SIDANG PERTAMA PROFESOR YANG JONG-HOON.

Sidang dimulai. Hakim meminta Jaksa Jin untuk membacakan gugatan Jong Hoon. Dan Jaksa Jin membacakannya. “Yang Jong-hoon dituntut atas pembunuhan terhadap korban, Seo Byung-ju, pelanggaran Pasal 250.1 Hukum Pidana.”

Hakim kemudian menanyai, apa permohonan Jong Hoon. Dan Jong Hoon menjawabnya. “Tidak bersalah.”


Hakim lalu meminta Pengacara Pembela untuk berbicara. Tapi Jaksa Jin langsung menyela. Dia memohon agar Jong Hoon ditahan sebelum sidang dilanjutkan.

“Bukankah Anda yang membatalkan perintah penahanan?” tanya Hakim, heran.

“Pada saat itu…” kata Jaksa Jin, agak malu. “putusan diambil akibat kesalahan informasi. Tapi setelah menyadari kekeliruan tersebut, alasan untuk menahannya masih sah,” katanya, menjelaskan.


Lalu saat Jaksa Jin mulai membahas tentang laptop yang hilang, dan menggunakan itu sebagai alasan bahwa Jong Hoon mungkin berusaha mempermainkan bukti. Disaat itu, Jong Hoon menunjukkan laptopnya yang telah ketemu. Dan Jaksa Jin langsung terdiam, karena dia sama sekali tidak tahu serta tidak menyangka.


Ibu Kang B membawa Kang Sol B ke rumah sakit dan menyuruhnya untuk berpur- pura saja mematuhi Wakil Dean Ju, jika tidak, Wakil Dean Ju akan perbuat hal gila. Kemudian dia memperlihatkan surat pengunduran yang dibuat oleh Wakil Dean Ju. Dan Kang Sol B merasa terkejut.

Lalu tiba- tiba Kang Sol B mendapatkan pesan grup yang membahas tentang ditemukannya laptop Jong Hoon. Dan dengan agak panik, dia langsung mencoba menelpon Wakil Dean Ju.

Wakil Dean Ju mematikan telpon dari Kang Sol B dan mengirimkan pesan kepadanya. “Aku di pengadilan. Tidak bisa bicara. Semoga ini berjalan lancar.”

“Apa Ayah katakan sesuatu?” tanya Kang Sol B kepada Ibu Kang B. “Kenapa dia ingin berhenti? Karena kau…” keluhnya, panik.

“Itu… “ kata Ibu Kang B, kemudian dia berhenti. “Lupakan. Ayo. Kita akan terlambat,” ajaknya sambil menarik Kang Sol B.


“Kau mau bilang apa? Katakan,” pinta Kang Sol B, menghentikan Ibu Kang B.

Setelah mendapatkan jawabannya. Kang Sol B langsung membawa mobil Ibu Kang B dan pergi meninggalkan Ibu Kang B.


Ibu Kang B : “Kenapa kau mencari dosis mematikan sabu-sabu dan cara membelinya?”

Asistan Wakil Dean Ju : “Sudah kubilang, kutinggalkan laptopmu di meja Prof. Kang. Di samping lampu.”

Mengingat semua itu, Kang Sol B langsung tahu apa yang terjadi dan merasa sangat khawatir.


“Apakah saksi mata Kang Ju-man hadir?” tanya Hakim.

“Ya,” jawab Wakil Dean Ju. Lalu dia berdiri dan maju ke bangku tengah yang disiapkan untuk saksi.


Kang Sol B menepikan mobilnya. Lalu tiba- tiba datang telpon masuk dari Jong Hoon.


Wakil Dean Ju membaca sumpah saksi. “Saya menegaskan saya akan mengatakan kebenaran dan hanya kebenaran. Saya mengerti bahwa sumpah ini…” katanya. Lalu dia berhenti selama sesaat dan menelan ludahnya untuk menenangkan dirinya yang merasa gugup. “akan menjadi sumpah palsu apabila saya berbohong,” katanya, menyelesaikan sumpah saksi.


Kang Sol B menjawab panggilan masuk dari Jong Hoon sambil lanjut menyetir mobilnya menuju ke gedung pengadilan.


Man Ho datang ke persidangan dan ikut menyaksikan sidang Jong Hoon. Dia duduk disamping Kang Sol A. Tapi karena sedang saking fokusnya, Kang Sol A tidak sadar.


Pemeriksaan dimulai. Jaksa Jin menanyai ulang pernyataan yang Wakil Dean Ju pernah katakan untuk memastikan. Dan setelah Wakil Dean Ju menjawab ‘iya.’ Dia langsung berbicara kepada Hakim.

Saat itu, Wakil Dean Ju menyatakan bahwa dia berada di ruangan saat insiden terjadi, namun dia tidak pernah melihat ada kemasan gula yang seharusnya berada diTKP, sesuai pernyataan Terdakwa, Jong Hoon. Dan pernyataan itu dibuat oleh Wakil Dean Ju dalam keadaan sadar. Jadi pernyataan ini dianggap sebagai barang bukti sah, diluar bantahan terdakwa.

Sebelum Jaksa Jin selesai berbicara, Wakil Dean Ju langsung menyela nya. “Saya…  berbohong,” katanya dengan jelas.

Mendengar itu, Kang Sol B semakin bertambah cemas dan panik.

Wakil Dean Ju menjelaskan bahwa dia berbohong mengenai kemasan gula. Saat insiden, dia ada melihat kemasan gula di TKP. Dan kemasan gula itu adalah milik nya.

Mendengar itu, para penonton heboh. Pengacara Park mengeluh dengan suara pelan kepada Jong Hoon. Dia yakin Jong Hoon sudah tahu, tapi kenapa Jong Hoon tidak memberitahunya. Sedangkan Jaksa Jin merasa stress, jadi diapun berhenti untuk sejenak. Kemudian Hakim pun mempersilahkan Pengacara Park untuk melalukan periksa silang saksi.

“Dia ingin mencegah semua yang menguntungkan Prof. Yang,” bisik Joon Hwi, mengomentari Jaksa Jin. Lalu dia menyadari keberadaan Man Ho, jadi diapun pindah duduk ke tengah, diantara Kang Sol A dan Man Ho, untuk mencegah Kang Sol A menyadari keberadaan Man Ho.

Kang Sol B sampai dan berlari dengan cepat memasuki gedung pengadilan sambil terus mendengarkan jalan nya sidang melalui headset yang di pakainya.

Pengacara Park menanyai, apa alasan Wakil Dean Ju berbohong. Dan Wakil Dean Ju menjawab bahwa dia ingin masyarakat mencurigai Prof. Yang Jong Hoon. Mendengar perkataan itu, setiap orang mulai berbisik – bisik.

“Apa ada alasan untuk Anda menjadikannya tersangka?” tanya Pengacara Park. Dan Wakil Dean Ju menjawab iya dengan agak gugup. “Apa alasannya? Kecuali jika Anda yang membunuh Seo Byung-ju…”


“Keberatan,” sela Jaksa Jin.

“Sebentar. Lanjutkan,” kata Hakim. Dia mengabaikan keberatan Jaksa Jin dan membiarkan Pengacara Park untuk lanjut bertanya- tanya kepada saaksi, Kang Ju Man.

“Apakah Anda  membunuhnya?” tanya Pengacara Park.

“Saya ingin meminta maaf pada korban. Saya membunuh…”


Sebelum Wakil Dean Ju selesai berbicara, Kang Sol B berteriak di telpon. “Tidak. Tidak, Ayah. Hentikan,” pintanya.

Mendengar itu, setiap orang menatap ke arah Jong Hoon. Dan Jong Hoon berpura- pura bahwa dia tidak sadar kalau pengeras suara di ponselnya lupa di matikan dan lalu dia mematikan ponselnya.



“Yang Mulia, ini penghinaan pengadilan…” protes Jaksa Jin, langsung.

“Itu tak benar. Sayalah yang seharusnya senang atas pengakuan bahwa dialah pembunuhnya. Apa saya salah?” sela Jong Hoon, membela dirinya.

“Terdakwa, berhati-hatilah,” kata Hakim, memperingatkan Jong Hoon, tapi tidak menghukumnya. Dan dengan tidak puas, Jaksa Jin terdiam.


Pengacara Park kemudian meminta Wakil Dean Ju untuk melanjutkan kalimat nya. Tapi tiba- tiba Kang Sol A berdiri dan menyela nya.

“Profesor Kang,” panggil Kang Sol A. “Sebaiknya dengarkan perkataan putri Anda,” kata nya, menyarankan dengan tulus.

“Apa-apaan ini? Harap duduk,” tegur Hakim.


Tepat disaat itu, Kang Sol B sampai diruangan persidangan.


Setelah sidang selesai, Penjaga Dong memperhatikan Kang Sol B yang sedang duduk berdua dengan Wakil Dean Ju. Dengan rasa ingin bergosip, dia mengatakan kepada Pengacara Park bahwa dia sama sekali tidak menyangka, kalau Wakil Dean Ju dan Kang Sol B, ternyata adalah Ayah dan Anak.

“Sial. Dia pasti sudah tahu. Kenapa tak memberitahuku? Kenapa membuatku tampak bodoh?” keluh Pengacara Park, kesal.

“Kau tak boleh marah. Dia sedang menang,” balas Penjaga Dong, menasehati.

“Tetap saja, aku tidak terima! Pengacaranya tidak tahu apa-apa.”

“Dasar bodoh. Kau kesal karena sidangnya tak berjalan sesuai harapan,” komentar Penjaga Dong, tahu apa yang sebenarnya dipikirkan Pengacara Park.

Dengan penasaran, Joon Hwi menanyai, sejak kapan Kang Sol A tahu kalau Wakil Dean Ju adalah Ayah Kang Sol B. Dan Kang Sol A menjawab bahwa dia hanya menebak saja.



Lalu disaat itu, Man Ho berjalan lewat. Dan melihat itu, Kang Sol A langsung berlari menghampirinya. Dan Joon Hwi tidak menghentikan.


Kang Sol B menebak bahwa Wakil Dean Ju pasti berpikir kalau dialah yang telah mencuri laptop Jong Hoon. Kepadahal sebenarnya, dia mengira kalau Wakil Dean Ju lah yang telah mencuri laptop Jong Hoon. Dan juga kemasan gula, dia menebak bahwa Wakil Dean Ju pasti berpikir kalau dialah yang telah membuangnya. Dan Wakil Dean Ju juga pasti berpikir ingin menggantikan dirinya untuk menyerahkan diri sebagai tersangka. Intinya Wakil Dean Ju memutarbalikkan alibi karena dirinya.


Flash back

“Pemeriksaan silang ini sia-sia, kita tak bisa memercayai kesaksiannya,” kata Jaksa Jin, mengajukan keberaratan. “Bahkan setelah disumpah untuk bicara jujur, dia berbohong. Dia tak lagi layak menjadi saksi,” tegas nya.

“Apa itu mungkin? Saksi telah diperiksa silang. Anda tak bisa membatalkannya,” protes Pengacara Park. “Tak bisa begitu, 'kan?” bisiknya, menanyai pendapat Jong Hoon.

“Pemeriksaan silang ini belum selesai. Ada alasan khusus mengapa saksi tak bisa dipercaya,” balas Jaksa Jin.

Flash back end



Kang Sol B menyadari apa yang salah. Wakil Dean Ju tidak sekalipun berani bertanya padanya secara langsung ‘Apa kau membunuhnya?’. Dan dia juga tidak berani menanyai Wakil Dean Ju. Karena itulah kesalapahaman ini terjadi dan mereka berada disini.

“Sol,” panggil Wakil Dean Ju.

“Aku tak melakukannya. Tidak perlu berbohong di pengadilan untukku,” kata Kang Sol B dengan tegas dan jujur. Lalu dia berjalan pergi.



Flash back

Jaksa Jin dan Pengacara Park terus berdebat. Lalu akhirnya, Jong Hoon berbicara mendukung perkataan Jaksa Jin.

“Sesuai ucapan jaksa, pemeriksaan silang belum selesai. Kesaksian saksi harus dipertimbangkan secara keseluruhan. Maka, meski saksi memberi pernyataan palsu, itu bukanlah sumpah palsu, apabila saksi menarik atau mengoreksi ucapannya dalam proses pemeriksaan,” kata Jong Hoon, menjelaskan. “Butuh nomor kasusnya?” tanyanya.

“Nomor kasus 2008D1053,” gumam Joon Hwi, menjawab.



“Jika dia dianggap tak layak…” tanya Kang Sol A, berbisik.

“Pengacara bisa panggil dia lagi,” jawab Joon Hwi. Dan perkataannya terbukti benar.

Pengacara Park : “Jika dia dianggap tak layak, kami akan menjadikan dia saksi kami.”


“Jaksa tak akan percaya,” kata Joon Hwi dengan yakin. Dan perkataannya terbukti benar lagi.

Jaksa Jin : “Saksi mereka tak bisa dipercaya.”

Kang Sol A merasa kagum dengan Joon Hwi.



Hakim menghentikan perdebatan antara Pengacara Park dan Jaksa Jin. “Kita tak akan membatalkan keputusan terhadap saksi,” katanya. Dan Pengacara Park merasa puas. “Bagaimanapun, pengadilan setuju dengan jaksa, bahwa kredibilitasnya sebagai saksi perlu dievaluasi kembali,” lanjutnya. Dan Jaksa Jin juga merasa puas. “Pemeriksaan silang bisa dilanjutkan, tapi pengadilan akan putuskan apakah kesaksiannya dapat dipercaya atau tidak,” tegas nya, memutuskan.

Flash back end


Setelah sidang selesai, Kang Sol B memberikan segelas es kopi kepada Jong Hoon. “Terima kasih telah menghentikan ayahku,” katanya dengan tulus.


Flash back

Jong Hoon sengaja menelpon Kang Sol B, supaya Kang Sol B bisa mengetahui apa yang terjadi dipersidangan. Dan dia juga sengaja menyalakan loudspeaker di ponselnya.

Flash back end


“Itu Sol A, bukan aku,” kata Jong Hoon sambil mengambil es kopi yang Kang Sol B berikan kepadanya.

“Berkatmu, kesalahpahaman di antara aku dan Ayah bisa terselesaikan,” kata Kang Sol B, merasa sangat berterima kasih.

“Aku penasaran kenapa ayahmu berpikir begitu. Ada berbagai macam alasan, tapi ini kasus pembunuhan. Tak mudah untuk mencurigai anak sendiri,” komentar Jong Hoon, heran. “Jika kau berterima kasih padaku, jujurlah. Dia pasti mencurigaimu karena ada motif kuat,” katanya, menasehati.



Ketika Kang Sol B melihat hubungan antara Ibunya dan Byung Ju, dia merasa tidak nyaman. Jadi dia memberitahu Wakil Dean Ju bahwa dia ingin Byung Ju lenyap. Juga dia bilang kepada Wakil Dean Ju bahwa dia tidak tahan Ibu Kang selalu meremehkannya dan membandingkannya dengan Byung Ju.

“Itu cukup untuk membunuh seseorang?” tanya Jong Hoon.

“Tidak. Karena itu, bukan aku pelakunya,” jawab Kang Sol B. Lalu dia membungkuk memberikan hormat dan berjalan pergi.

“Dia masih menyangkal plagiarismenya,” gumam Jong Hoon.

Jaksa Jin menghampiri Jong Hoon dan mengomentari betapa disayangkan nya, karena sekarang kemasan gula sudah tidak berarti lagi. Karena pengadilan tidak akan menerima kesaksian Wakil Dean Ju. Tapi Jong Hoon tidak terlalu peduli dengan itu.

“Oh. Aku ingin memberitahumu bahwa kau tak akan bisa menyeretku ke pengadilan. Kau akan segera dikabari. Sampai jumpa,” kata Jaksa Jin sambil tersenyum penuh arti. Lalu dia berjalan pergi.


Tepat ketika Jaksa Jin pergi, Jong Hoon mendapatkan sms. JAKSA LEE HAN-JU TELAH DITUNJUK UNTUK MENANGANI KASUS 2020-HJ1244.


Saat Penjaga Dong keluar dari gedung pengadilan, para wartawan yang sudah menunggu diluar langsung mengerubungi nya serta memotret nya. Dan Penjaga Dong sangat terkejut serta kebingungan.

Para wartawan mengira kalau Penjaga Dong adalah Wakil Dean Ju. Tapi ternyata tidak. Dan wartawan yang pertama kali memotret Penjaga Dong beralasan bahwa dia memotret, karena Penjaga Dong terlihat menakutkan. Dan mengetahui itu, dia langsung disoraki oleh para wartawan yang lain.


Kemudian tepat disaat itu, Wakil Dean Ju keluar dari gedung persidangan, ditemani oleh Kang Sol A yang menjaga disamping nya.

Ketika Kang Sol A, Kang Sol B, dan Joon Hwi, kembali ke kampus. Ji Ho, Ye Seul, Bok Gi, dan Ye Beom, mereka berempat langsung menghampiri mereka.

Berita kalau Wakil Dean Ju adalah Ayah Kang Sol sudah tersebar dan diketahui banyak orang. Dan mereka berempat mengeluh karena Kang Sol tidak pernah memberitahu mereka. Dengan malas, Kang Sol B bersikap ketus serta mengabaikan mereka berempat.


“Cobalah untuk mengerti,” kata Kang Sol A, menenangkan mereka berempat.

“Tak kupercaya kau dijadikan tameng,” komentar Ye Beom. “Ah. Dia ingin menjilatmu karena jabatan ayahmu,” katanya mengejek Kang Sol B dengan sinis.

“Aku?” tanya Kang Sol A, heran.

“Aku yakin seluruh kampus sudah tahu sekarang,” kata Bok Gi sambil menunjukkan beritanya kepada Kang Sol A.

Membaca berita itu, Kang Sol A baru tersadar bahwa tatapan orang- orang tampak aneh saat mereka menatapnya. Dalam artikel berita, Kang Sol A terfoto sangat melindungi dan menjaga Wakil Dean Ju yang dikerubungi oleh para wartawan. Dan orang- orang jadi salah paham, mereka mengira Wakil Dean Ju adalah Ayah Kang Sol A.


Jong Hoon naik ke dalam lift yang sama dengan Wakil Dean Ju. Dia mengomentari kalau Wakil Dean Ju tampak lelah. Dan Wakil Dean Ju hanya diam. Lalu ketika pintu lift terbuka, dia keluar duluan.

“Bisakah kau sobek surat pengunduran dirimu?” tanya Jong Hoon.

Mendengar itu, Wakil Dean Ju berhenti berjalan dan berbalik menatap Jong Hoon. “Bagaimana kau tahu bukan aku pelakunya?” tanyanya, ingin tahu.


Flash back

“Sejauh apa kau akan bertindak demi anakmu? Membunuh seseorang?” tanya Jong Hoon kepada Eun Suk.

“Membunuh? Aku tidak yakin,” jawab Eun Suk.



Flash back

Wakil Dean Ju memasukkan sabu- sabu ke dalam kopi Byung Ju. Setelah itu, dia merasa tidak nyaman sendiri. jadi akhirnya dia membuang kopi tersebut dan pergi meninggalkan ruangan Byung Ju, tanpa sadar bahwa gulanya terjatuh dan tertinggal di bawah meja.

Flash back end


“Mampukah dia membunuh seseorang?” gumam Jong Hoon, berpikir.

Flash back end


“Soal laptopku. Aku tak pernah memakai kata sandi,” kata Jong Hoon, memberitahu. Lalu dia berjalan pergi dulun.


Diruang kelompok. Joon Hwi mempertanyakan, kenapa Kang Sol A tidak menyangkal barusan. Dan Kang Sol A menjawab bahwa dia tidak terlalu peduli, terserah mereka mau berpikir apa. Lagian kapan lagi, dia bisa jadi anak profesor hukum Hankuk. Mendengar itu, Joon Hwi tertawa dengan geli.

Kang Sol A kemudin membahas tentang Man Ho yang ditemuinya di gedung pengadilan sebelumnya.


Flash back

“Sudah aku bilang. Bawa Kang Dan kepadaku,” perintah Man Ho.

“Aku belum melihatnya sejak lima tahun. Dia memutus hubungan dengan kami. Kenapa kau mencarinya?” balas Kang Sol A, ingin tahu.

“Untuk mencari putraku,” jawab Man Ho.

Flash back end

Mengetahui kalau Man Ho mencari kakak nya, karena ingin mencari putranya, Kang Sol A merasa itu sangat tidak masuk akal. Dan Kang Dan itu adalah kakak kembarnya.

“Pemilik buku ini?” tanya Joon Hwi sambil mengembalikan buku Kang Sol A yang dulu tertinggal di halte bus. “Kau meninggalkannya saat itu. Katamu bagus, jadi aku membacanya,” katanya, menjelaskan.

“Buang saja. Aku tak membutuhkannya,” balas Kang Sol A, tidak tertarik dengan buku tersebut dan tidak peduli.

“Lihat isinya,” kata Joon Hwi, menyarankan.


Dengan heran, Kang Sol A mengikuti saran Joon Hwi. Dia membuka buku tersebut. Lalu dia menemukan sebuah surat diletak ditengah nya. Dan itu adalah surat dari Kang Dan.

UNTUK JAKSA YANG JONG-HOON

Membaca isi surat tersebut, Kang Sol A merasa tertegun.

Ketika Jong Hoon kembali ke ruangan kantornya. Dia memcari di Internet tentang KASUS NO. 2021-HJ1244. PUBLIKASI TUNTUTAN PIDANA.

Kemudian tiba- tiba datang panggilan masuk dari nomor tidak dikenal. Dan Joon Hwi mengangkatnya serta memasang mode loudspeaker.

“Halo?” jawab Jong Hoon.

“Ini nomor Jaksa Yang Jong-hoon?”



Kang Sol A mengetuk pintu kantor Jong Hoon. Lalu dia masuk dan menunjukkan surat dari Kang Dan.

“Ini Kang Dan,” kata si penelpon. Mendengar itu, Kang Sol A dan Jong Hoon sama- sama merasa terkejut, karena tidak menyangka.

Post a Comment for "Sinopsis K- Drama : Law School Episode 6/3"