Sinopsis Lakorn- Fah Mee Tawan Episode 11/1

 


Original Network : Channel 7

Nai mengigil kedinginan dalam tidurnya. Saat Paul terbangun dan melihat itu, dia melepaskan jas nya dan menyelimuti Nai menggunakan itu.

Kemudian Paul ingin menyalakan api untuk menghangatkan, tapi dia teringat akan ketakutan Nai terhadap api. Jadi diapun tidak jadi menyalakan api. Dan dia melompat- lompat untuk menghangatkan dirinya. Setelah itu, dia kembali duduk sambil tersenyum menatap wajah Nai yang sedang tidur.


Suthee mengikuti dua preman yang ingin membunuh Paul.


Dini hari. Paul membangunkan Nai dan mengajaknya untuk melanjutkan perjalanan. Dan ketika Nai terbangun serta melihat jas yang Paul kenakan padanya, dia tersenyum kecil, lalu dia mengikuti Paul.

Dua preman terus berkeliling mencari Paul dan Nai. Karena dari bekas api, mereka menebak bahwa Paul dan Nai pasti tidak terlalu jauh.


Patcharee, Dr. Kashane, Singh, dan tiga orang warga. Mereka menemukan mobil Yot ditengah hutan. Lalu kemudian mereka menemukan Yot yang terluka.

“Mereka menembak kami. Aku, Khun Paul, dan Khun Nai, terpisah. Aku jatuh ke lembah, untungnya dia menemukanku. Kalian harus segera menyelamatkan Khun Paul dan Khun Nai,” kata Yot, memberitahu semuanya.

Mengetahui itu, Singh memberikan perintah agar beberapa orang untuk mengantarkan Yot ke rumah sakit. Beberapa orang lagi pergi dan panggil polisi. Lalu beberapa lagi ikut dengannya untuk mencari Paul dan Nai.

Patcharee tinggal untuk menyetirkan mobil. Dan Dr. Kashane mengikuti Singh serta yang lainnya untuk mencari Paul dan Nai.




Mee dan tim menggunakan drone untuk memantau situasi dari atas. Seperti biasa, disaat itu, Ting dan Gina mulai beradu mulut, lalu bertengkar. Kemudian yang lainnya berusaha memisahkan mereka berdua. Dalam kondisi kacau seperti itu, tanpa sadar, mereka malah kehilangan drone yang mereka terbangkan. Dan mereka merasa panik sendiri.

Singh, Dr. Kashane, dan dua warga. Mereka berempat bersama- sama mencari Paul dan Nai. Tapi sudah berjalan cukup lama, Paul dan Nai masih belum juga terlihat. Jadi akhirnya, mereka pun berpisah menjadi dua tim. Dan Dr. Kashane mengikuti Singh.


Paul tiba- tiba mendengar ada suara, jadi diapun memberikan tanda supaya Nai diam. Lalu dia mengambil kayu untuk berjaga- jaga. Tapi ternyata suara yang mereka dengar itu adalah dari Suthee.



Melihat Suthee, Nai merasa sangat senang dan langsung berlari serta memeluk nya. Lalu dia memberitahu Paul bahwa Suthee adalah kakak nya.

Kakak? tanya Paul, heran.

Kamu tidak perlu tahu siapa aku. Khawatirkan saja hidupmu terlebih dahulu, balas Suthee dengan agak ketus. Aku akan membawa kalian keluar dari sini. Ikuti aku, ajaknya. Lalu dia berjalan duluan.



Sambil berjalan, Suthee menjelaskan kepada Paul dan Nai bahwa Yot sudah di selamatkan oleh warga, dan Yot sedikit terluka.

Aku tidak menyangka kalau kita akan saling berjumpa disini. Aku mencoba mencarimu berkali- kali, tapi kamu …” kata Nai.

Jalan keluarnya didepan, sela Suthee, tidak mau mendengarkan Nai. Terus berjalan saja, tegasnya.

Tiba- tiba saja, Paul merasa kepalanya sakit, jadi diapun berhenti berjalan dan bersandar selama sesaat didekat pohon. Menyadari itu, Nai merasa khawatir. Namun Paul menjawab dia baik- baik saja dan mulai berjalan lagi, jadi Nai pun tidak terlalu berpikir jauh.



Singh, Dr. Kashane, dan dua warga, yang sebelumnya berpisah, mereka berempat bertemu dan berkumpul lagi. Lalu tepat disaat itu, Paul, Nai, dan Suthee datang. Dengan perhatian, Dr. Kashane memeriksa, apakah Nai baik- baik saja, lalu dia menanyai, apa yang terjadi kepada Paul. Dan paul menjawab bahwa dia juga tidak tahu.


Lalu tiba- tiba dua preman bayaran Bos Kasin, datang. Dan menembak mereka. Dengan panik, semuanya langsung merunduk dan bersembunyi dibelakang pohon.

Dr. Kashane menarik Nai untuk bersembunyi bersamanya. Sedangkan Paul bersembunyi sendiri. Namun sialnya, pohon yang Paul gunakan untuk berlindung sangat kecil dan terbuka, sehingga Paul hampir saja terkena tembakan. Melihat itu, Singh meneriaki Paul untuk datang ke tempatnya.


Ketika Paul ingin berpindah tempat, dia tidak sengaja tersandung dan terjatuh. Melihat itu, tanpa berpikir, Nai langsung berlari ke arah Paul dan mendorong nya supaya Paul tidak terkena tembakan. Kemudian Dr. Kashane ikut maju untuk melindungi Nai, dan diapun terkena tembakan.


Tidak lama kemudian, polisi datang ke lokasi kejadian. Dengan panik, kedua preman tersebut langsung melarikan diri.

Dengan cemas, Paul dan Nai memeriksa kondisi Dr. Kashane yang terluka. Tapi Dr. Kashane tidak memperdulikan lukanya sama sekali, malahan dia lebih memperdulikan, apakah Nai baik- baik saja.

Aku baik- baik saja. Khawatirkan dirimu sendiri dulu, kata Nai, menenangkan Dr. Kashane. Lalu dia meminta petugas polisi untuk memanggilkan ambulans atau bawa Dr. Kashane ke rumah sakit.


Dan serta Ibunya datang ke rumah Paramee tanpa membuat janjian terlebih dahulu sebelumnya. Tapi Ratnee tetap mengizinkan mereka berdua masuk ke dalam rumah.


Setelah Dr. Kashane selesai diobati, Nai mengucapkan terima kasih kepadanya. Dan Dr. Kashane membalas bahwa selama Nai selamat, maka dia siap terluka. Mendengar itu, Nai merasa tidak enak, sebab dia tidak ingin siapapun terluka karena dirinya.


Tepat disaat itu, Patcharee datang untuk mengantarkan obat. Dan mendengar pembicaraan mereka berdua, diapun kembali merasa patah hati. Tapi kali ini dia tidak pergi begitu saja, melainkan dia menghampiri mereka berdua. Dan dengan sikap biasa, dia memberikan obat kepada Dr. Kashane, lalu dia pamit dan pergi.



Ketika Patcharee lewat, Gina bertepuk tangan dan memujinya. Karena Patcharee begitu luar biasa. Melihat orang yang dicintai bersama dengan orang lain, Patcharee masih tidak ada melakukan apa- apa. Dan dia ingin tahu bagaimana caranya.

Dengan kesal, Patcharee menghela nafas. Kamu tidak perlu tahu segalanya. Tidak tahu, tidak akan membunuhmu, ngerti? tegasnya. Dan Gina langsung cemberut.


Giliran Paul yang datang. Ketika dia melihat kedekatan antara Nai dan Dr. Kashane, dia merasa agak cemburu, tapi dia tidak menampakkannya dan bersikap dengan biasa.


Apa kamu tidak membiarkan Dokter mengecek mu? Saat di hutan, aku lihat kamu .kata Nai, perhatian.

Aku tidak apa- apa, sela Paul dengan agak dingin. Orang yang paling terluka daripadaku ada disana, katanya sambil menatap ke arah Dr. Kashane.

Dr. Kashane tidak mau dianggap lemah, karena sedang terluka. Jadi dia mengangkat tangannya yang terluka untuk menunjukkan bahwa dia baik- baik saja. Tapi kemudian dia mulai meringis sakit. Dan dengan cemas, Nai langsung mendekatinya untuk memeriksanya.




Melihat itu, tanpa mengatakan apapun, Paul langsung pergi meninggalkan mereka berdua. Menyadari itu, Nai berbalik dan menatap kepergian Paul.



Alasan Dan datang membawa Ibunya adalah untuk membahas tentang pernikahannya dan Nai, kepada Paramee dan Net. Mendengar Dan tiba- tiba mengatakan tentang pernikahan, Ibu Dan sangat terkejut, karena dia sama sekali tidak tahu, dia hanya datang menemui Paramee dan Net, karena Dan mengajak nya.

Dan! Kamu menjebakku datang ke sini untuk membicarakan tentang ini?! protes Ibu Dan dengan suara pelan.

Ibuku juga setuju pernikahan dipercepat. Jadi itu mengapa dia ke sini tiba- tiba, kata Dan, mengabaikan protesan Ibunya.

Dengan terpaksa, Ibu Dan pun tersenyum.



Paramee setuju bila pernikahan Dan serta Nai dipercepat. Tapi dia ingin mereka untuk menunggu sampai Nai pulang terlebih dahulu. Barulah mereka akan membicarakan lebih lanjut. Dengan senang, Dan mengucapkan terima kasih. Sedangkan Ibu Dan mengertakkan giginya. Melihat itu, Net tersenyum sinis.

Ratnee yang secara diam- diam menguping pembicaraan mereka semua, dia merasa iri kepada Nai.

Setelah keluar dari rumah Paramee, Ibu Dan langsung mengomeli tindakan Dan yang terlalu gegabah ingin menikah cepat. Dengan sikap manja, Dan memberitahu Ibu bahwa dia tidak sabar untuk menikahi Nai.

Tepat disaat itu, Net keluar dari rumah juga. Dengan panik, Dan membujuk Ibu untuk masuk ke dalam mobil duluan. Lalu dia mendekati Net untuk berbicara.


Net mempertanyakan, kenapa Dan bertindak begitu terburu- buru ingin menikahi Nai, kepadahal kedua orang tua Dan saja tampak belum setuju. Lalu Dan pun menyakinkan Net untuk tidak perlu khawatir, dia percaya diri bahwa jika hari ini atau besok, dia ingin menikahi Nai, kedua orang tuanya tidak bisa menghentikannya.




Singh menyarankan agar Paul pergi dari desa mereka. Karena jika Paul sampai mati disini, Paul akan membawa masalah kepada mereka. Dan Paul mengerti dan setuju, tapi walaupun dia pergi sekarang, suatu saat dia akan datang kembali, karena dia sudah tahu dimana tambang emas yang Singh dan para warga desa sembunyikan. Itulah alasan mereka pergi ke hutan kemarin.

Para warga ingin menjaga tempat itu untuk kehidupan mereka sehari- hari. Mereka tidak mengizinkan orang luar untuk mengambil itu dari mereka. Jadi apa yang salah dengan itu? tanya Singh dengan sikap keras.


Nai datang ditemani oleh Dr. Kashane. Dia membantu Paul dan Yot untuk bernegosiasi dengan Singh.

Bukankah ada cara yang lebih baik daripada menyembunyikannya seperti ini? Diam- diam melakukan tambang emas, selain daripada itu ilegal, itu juga berbahaya. Jika sesuatu terjadi kepada orang disini, apa itu layak? tanya Nai dengan serius.

Kalian ingin menjadi investor disini dan mencuri dari para warga? tanya Singh, ketus.



Kami mewakili Crown Diamond. Jika kalian membiarkan kami mengambil alih, aku jamin setiap orang akan menghasilkan uang dan memiliki pekerjaan juga. Hidup kalian akan lebih membaik, kata Nai, berjanji.

Bagaimana para warga bisa mempercayai kalian? tanya Singh.

Tolong percayai kami. Kami benar- benar ingin membuat tempat ini menjadi lebih baik, kata Nai dengan tulus.

Mendengar itu dari jauh, Suthee tersenyum bangga terhadap Nai.

Negosiasi berhasil. Singh setuju dengan tawaran yang Paul dan Nai janjikan. Tapi dia berharap kalau Paul dan Nai akan benar- benar melakukan seperti yang di janjikan.

Terima kasih, kata Paul dengan tulus.


Setelah negosiasi selesai. Semuanya pun bersiap untuk pulang. Sebenarnya, Nai ingin menemui Suthee, tapi Yot memberitahu kalau Suthee sudah pergi duluan dari desa. Dan Nai merasa agak kecewa.



Ratnee melihat Paramee masuk ke dalam kamar Nai. Dengan penasaran, diapun mengikuti dan mengintip secara diam- diam. Lalu dia melihat, Paramee memegang Pink Rose.

Nai sudah cukup umur untuk menikah, gumam Paramee.



Flash back

Paramee menitipkan Pink Rose kepada Nai dan meminta Nai untuk jangan memberitahu ini kepada siapapun, termasuk Net. Dia ingin menunggu sampai pemilik Pink Rose datang dan mengambil nya.

Dengan patuh, Nai mengiyakan.

Flash back end


Melihat Pink Rose, Ratnee sangat terkejut.

Jangan marah padaku, Dara. Jika aku memberikan Pink Rose kepada orang yang pantas, gumam Paramee.


Ketika Net berpapasan dengan Ratnee, dia merasa seperti ada yang salah dengan raut wajah Ratnee, jadi diapun bertanya. Dan Ratnee merasa agak ragu untuk menjawab. Lalu akhirnya, dia menjawab tidak ada apa- apa.



Tepat disaat itu, Nai pulang. Dan Net langsung menarik Nai dengan kasar untuk mengikutinya ke atas dan berbicara.

Net menuduh Nai sebagai penggoda dan wanita genit, karena Nai mencoba menggoda Paul dengan membuat Paul menggendong Nai. Dan Nai merasa heran, darimana Net mengetahui itu.

Sebelumnya kamu bilang kamu tidak suka dia. Sekarang kamu tahu dia anak Khun Ken, jadi kamu mencoba menempeli dia? tanya Net dengan sinis.

Aku tidak pernah berpikiran seperti itu, jawab Nai dengan tegas dan serius. Tapi Net sama sekali tidak percaya.


Tepat disaat itu, Paramee keluar dari kamar Nai. Melihat itu, Net merasa curiga, ada apa. Dan Paramee beralasan bahwa dia ke kamar Nai untuk mencari dokumennya. Lalu Paramee menasheati Net untuk membiarkan Nai beristirahat dulu, karena Nai barusaja pulang, jadi Nai pasti masih capek.



Aku hanya ingin memberitahu Nai kabar baik. Tentang Dan datang ke sini untuk melamar pernikahan. Jadi Nai bisa bersiap lebih awal. Lihat dia. Dia pasti sangat bersemangat, kata Net sambil tersenyum.

Ketika kamu dan Dan sudah siap, beritahu aku. Aku tidak ada penolakan, kata Paramee dengan perhatian.

Dengan pasrah, Nai mengganggukkan kepalanya. Dan melihat itu, Net tersenyum dengan sinis.


Dr. Kashane datang ke kamar Paul. Dia memberitahu Paul bahwa dia sudah memutuskan, dari sekarang, dia akan melindungi dan menjaga Nai lebih baik daripada saat ini. Dengan geli, Paul mengingatkan Dr. Kashane bahwa Nai sudah memiliki tunangan sekarang. Namun Dr. Kashane tidak peduli, karena menurutnya, Dan tidak layak serta tidak cukup baik bagi Nai. Juga Dan tidak akan pernah membuat Nai bahagia.

Tapi dia sudah memilih pria itu. Apa yang bisa kamu lakukan? tanya Paul.

Aku akan melakukan segalanya untuk mengubah pikirannya, kata Dr. Kashane, bertekad kuat. Untukmu, jangan bully dia lagi, tegasnya.


Mendengar itu, Paul diam dengan raut agak suram. Lalu kemudian dia tersenyum seolah- olah dia tidak peduli.

Jika bukan tentang pekerjaan, aku tidak akan peduli padanya, kata Paul, pelan.

Kemudian janjilah padaku, pinta Dr. Kashane dengan serius. Kamu tidak akan membully dia dan tidak akan memiliki perasaan padanya.

Aku tidak tertarik pada Khun Nai, balas Paul, berjanji. Dan Dr. Kashane merasa senang dan lega.



Lalu Dr. Kashane mengulurkan tangannya dan mengajak Paul untuk bergandengan tangan. Ini untuk mengunci janji Paul. Dan dengan agak ragu, Paul menyalami tangan Dr. Kashane.

Aku akan membuat dia bahagia, kata Dr. Kashane, bertekad. Dan Paul tersenyum mengiyakan.



Singkorn bertemu dengan Bos Kasin dan melaporkan bahwa Paul berhasil selamat. Dan Bos Kasin berpendapat bahwa mungkin ini belum takdirnya Paul.

Jika dia kembali seperti ini, kita tidak bisa menyingkirkannya dengan mudah seperti kemarin, kata Singkorn, cemas.

Sudahlah Khun Singkorn. Ketika aku punya kesempatan, aku akan menanganinya. Sekarang, mari cara untuk mempermulus pekerjaan kita seperti dulu, balas Bos Kasin. Dan Singkorn mengerti.


Post a Comment

Previous Post Next Post