Sinopsis Lakorn : Praomook E08 - 1

NOTE :

Drama ini berisi adegan yang tidak sesuai untuk usia di bawah 19 tahun. Pemirsa di harap bijak.

Jika ada pembaca berusia dibawah 19 tahun, diharapkan untuk tidak lanjut membaca. Terimakasih.

 


Mook mengejar Lan hingga ke parkiran dan mencegahnya untuk masuk ke dalam mobil. Dia mengelap seluruh badan Lan dengan tissue basah. itu dilakukannya untuk menghilangkan bau parfum Nuch yang menempel di badan Lan. Mook juga memperingati kalau yang boleh menguji Lan gay atau tidak, hanyalah dia. 

Tingkah Mook yang seperti itu, membuat Lan yakin kalau dia cemburu. Dia mengingatkan ucapan Mook yang bilang tidak mencintainya, tapi tingkahnya ini menunjukkan kalau dia mencintainya. Mook masih terus menyangkal dan beralasan hanya melindungi hakknya agar Nuch tidak merebutnya. Jangan salah paham.

Untungnya mereka tidak memperpanjang pertengkaran dan pulang.

--


Nuch melihat rekaman dari kamera tersembunyinya. Tentu saja, dia nggak menyangka kalau Lan menggeledah rumahnya barusan. Ah, ternyata, ini alasan Lan mau mengikutinya. 

--



Rut yang ada di ruang tamu, heran melihat Lan pulang bersama Mook, padahal Lan tadi bilang akan ‘mengurus sesuatu’. Lan udah sangat marah, menyuruh Rut untuk menanyakannya saja pada Mook. Mook dengan santai menjawab kalau dia membantu Lan, makanya mereka pulang bersama. Mook juga menyuruh Rut untuk tidak khawatir karena selama dia ada di sini, dia tdak akan membiarkan Lan terlibat dengan wanita. 


Rut hanya tersenyum simpul, sementara Lan tampak sangat kesal. Dan lagi-lagi, Rut masih berusaha mencuri kesempatan untuk meluluhkan hati Mook. Padahal Lan dan Mook hanya berpegangan tangan, tapi Lan udah cemburu dan melepaskan pegangan itu. 


Mook bukannya berhenti, malah semakin menunjukkan kedekatan dengan Rut. Saking kesalnya, Lan malah menyuruh Mook untuk tidur saja bersama Lan malam ini. Mook langsung setuju saja.

--


Di belakang rumah, Mook menelpon Oak untuk curhat mengenai masalah hari ini. Oak merasa kalau Rut itu bukan gay, jadi kalau Mook tidur bersamanya, sama saja Mook membahayakan diri. Ah, kalau tidak, biar dia saja yang menguji Rut. Dia bersedia. 



Ucapan itu membuat Mook tertawa. Dia mengejek Oak yang bukan mau membantunya, tapi mau curi kesempatan. Oak hanya senyum-senyum saja. Bicara dengan Oak benar-benar menghibur hati Mook.

Setelah berbincang ngalor ngidul, Oak memberitahu kalau mereka mendapat tawaran pekerjaan luar kota. Apa Mook mau menerimanya? Mook tidak bisa menerimanya untuk saat ini, karena dia mau fokus menjaga ayahnya dan juga mengawasi Lan, seandainya terjadi sesuatu. 

Oak kembali menggoda Mook yang mencemaskan Mook. Dan seperti biasanya juga, Mook menyangkalnya. Setiap kali mau mengakhiri pembicaraan, Mook pasti selalu meminta tolong Oak untuk membantu menjaga ibunya. Oak mengiyakan dan pamer kalau dia sudah seperti putra Da sekarang ini.

Tanpa disadari oleh Mook, Rut sedari tadi memperhatikannya.

--




Lan sebenarnya masih kesal karena dia harus mendapatkan proyek yang ditangani oleh Lak, namun, dia juga penasaran mengenai proyek tersebut dan perbedaan antara satu laporan dengan laporan lainnya. Disaat dia hendak memeriksanya, Rut datang ke kamarnya dan menggoda Lan yang akan tidur sendirian malam ini.


Lan sebenarnya merasa khawatir juga Mook tidur di kamar Rut, tapi dia berusaha keras menutupi perasaannya. Rut entah kenapa, sepertinya, malah mencoba membuat Lan cemburu. Dia terus bilang kalau dia akan membuat Mook menjadi miliknya malam ini dan besok Lan akan bercerai dari Mook. Karena Mook terus bilang tidak menyukai Mook dan membencinya, Rut memperingati terakhir kalinya, kalau dia tidak ingin melanggar aturannya untuk tidak memacari wanita yang sama dengan Lan. Jadi, dia harap Lan tidak menyesal karena Lan yang selalu bilang membenci Mook.


Alah, setelah sok nggak peduli, pada akhirnya, Lan tetap saja khawatir dan berharap Mook kembali ke kamar. Seperti yang diharapkannya, Mook kembali ke kamar.

--


Kita beralih sebentar ke Petch yang sedang sibuk membuat desain karakter untuk gamenya.

--


Mook kembali ke kamar, hanya untuk bertukar baju piyama. Dan baju yang dipilihnya adalah baju yang sangat minim dan seksi. Lan panik dan langsung melarangnya ke kamar Rut sebelum dia bertukar baju. Mook mana mau. Dia langsung lari ke kamar Lan. Lan segera mengejar setelah mengambil sebuah baju kemejanya yang panjang.


Rut yang lagi nyantai di kamar, kaget setengah mati melihat penampilan Mook. Udah gitu, lan menyusul dan memaksa Mook untuk memakai kemeja lengan panjangnya. Mook tetap nggak mau. Mereka mulai main kejar-kejaran. Poom yang lewat dan mendengar suara ribut, penasaran dan masuk ke kamar. Matanya langsung membelalak melihat penampilan seksi Mook.



Lan semakin panik dan ngotot menyuruh Mook bertukar baju. Rut yang sedari tadi hanya diam mendengarkan, jadi kesal dengan cara bicara Lan yang berteriak-teriak sama Mook. Dia memperingati Lan untuk meminta baik-baik. Lan yang udah panik, jadi kesal di tegur. 


Rut akhirnya merebut kemeja dari tangan Lan dan dengan lembut menyuruh Mook untuk memakai kemejanya. Dia membuat alasan kalau kamarnya dingin, jadi lebih nyaman jika pakai pakaian tertutup. Tanpa menolak sedikitpun, Mook langsung memakainya. 

Urusan sudah selesai dan Lan kembali ke kamarnya. Setelah Lan pergi, Rut baru menanyakan serius sama Mook, apa dia begitu senang menggoda Lan? Mook membantah dan berpura-pura tidak mengerti maksud Rut. Rut tidak menanyakan lebih lagi, tapi memperingati Mook yang tidak akan bisa tidur malam ini.

Kenapa?


Lan di kamar, tidak bisa memenjamkan mata sedetikpun. Dia khawatir sama Mook yang ada di kamar Rut sekarang ini. Dia beneran takut terjadi sesuatu. Pada akhirnya, dia pergi ke kamar Rut untuk memeriksa. Pikiran kotornya langsung berpikir nggak-nggak saat mendengar suara ribut dari dalam kamar itu. Dengan berteriak, Lan menerobos masuk.


Di dalam kamar, Rut dan Mook hanya sedang bermain game dan yang kalah harus dihukum. Di dalam sana juga ada Poom. Selama permainan, Mook selalu kalah dari Rut. Poom merasa itu hal yang wajar karena seumur hidup, Rut hanya bermain game. Setelah tahu yang terjadi, Lan tetap saja nggak mau pergi dan malah duduk di samping Rut.



Lan malah sok menantang Mook bermain game dan yang kalah harus tidur sendiri. Mook setuju dengan syarat, kalau dia menang, dia bisa tidur di kamar manapun. Game dimulai. Tapi mau apapun gamenya, Lan selalu kalah. Mook juga jadi benar-benar keasyikan bermain game. Mook udah sangat mabuk. Lan hendak menghentikannya, tapi Rut segea menghalangi agar Lan tidak merusak kesenangan Mook saat ini.



Lan nggak mau dan menarik Mook dengan kasar. Yang tidak disangka, Mook langsung pingsan. Bukannya membawa Mook kembali ke kamar, Lan malah membawa Mook ke kasur yang ada di kamar Rut. Udah gitu, Mook dalam posisi menahan leher Lan. Akhirnya, semuanya tidur di kamar tersebut.


Pagi tiba. Entah apa yang terjadi kemarin malam, tapi hari ini, Lan dan Rut terbangun hanya dalam keadaan telanjang dada dan hanya mengenakan boxer. Dan hanya ada mereka berdua di ranjang tersebut. Keduanya beneran panik. Tambah panik saat Poom, Mook dan Petch masuk ke dalam kamar dan melihat keadaan mereka berdua.


Setelah keduanya mandi dan mengenakan pakaian kembali, mereka mulai bicara serius. Lan menuduh Rut yang melepas pakaiannya. Rut jadi kesal. Tidak mungkin dia melakukan hal seperti itu. Keduanya beneran nggak ingat apa yang terjadi kemarin malam hingga mereka bisa seperti itu, karena mabuk.


Dari jauh, Mook memperhatikan keduanya dengan senyum misterius.



Flashback

Mook bangun lebih awal dari Rut dan Lan. Pas bangun, dia kaget dong karna ada di ranjang bersama dua pria yang sedang tidur pulas dan Poom yang tidur di sofa. Ah, tapi dia jadi terpikir sebuah hal iseng. Diam-diam, dia melepaskan baju Lan dan Rut serta celana mereka dan menutupi tubuh mereka dengan selimut. Lan dan Rut tidur udah kaya kebo’, di apa-apain juga nggak sadar.

End

Dan hal itu menjadi rahasia Mook.


Poom dan Petch sudah siap memasak sarapan dan menghindangkannya ke meja. Sempat-sempatnya pula Poom menggoda mereka berdua yang sangat mesra tadi pagi. Lan mau marah, tapi karena melihat Mook, dia mengiyakan saja perkataan Poom. Petch juga semakin percaya kalau Rut dan Lan kemari.


Rut mencoba mengalihkan topik dengan menanyakan kenapa Petch datang lagi kemari? Petch yang memang licik (tapi dianya nggak nyadar) menjawab kalau dia datang untuk bertemu Mook dan mau nebeng ke kantor (omdo! Ngapain datang ke rumah Rut, langsung aja ke kantor. Alasan no sense!)

Rut akhirnya nggak tahan dan nanya ke Mook, apa mereka semalam ada melakukan sesuatu yang mengganggu Mook hingga Mook pindah kamar? Mook dengan tenang menjawab kalau dia nggak begitu ingat. Dia hanya ingat kalau dia terbangun di tengah malam dan merasa tidak nyaman, jadi dia mandi dan pindah ke kamar Lan. Mook ikutan menggoda mereka dengan menyebut keduanya yang mungkin bergairah hingga yahhh begitulah. 

Lan dan Rut langsung kelihatan stress. Mook malah semakin menggoda mereka dengan bilang agar mereka mengabaikannya saja dan silahkan tunjukkan kasih sayang mereka. Tidak disangka, Rut malah mengiyakan. Udah gitu, Rut langsung menggenggam tangan Lan.


Lan beneran bingung dengan sikap Rut yang begitu. Makanya, dia mengikuti Rut ke kamar dan menanyakan, kenapa Rut tiba-tiba mau menurutinya sekarang padahal sebelumnya Rut selalu menentangnya? (maksudnya, kan Lan yang selalu mendekatkan diri untuk menunjukkan kalau mereka beneran gay. Tapi, tadi, malah Rut yang bergerak duluan. Tidak seperti biasanya). 

“Aku melakukan ini karena mencintaimu,” jawab Rut.

Wajah Lan langsung pucat pasi dan ketakutan.


“Sebagai teman,” sambung Rut. “Kau bilang tidak mau Mook mencintaimu. Aku berusaha membuatnya merasa putus asa terhadapmu. Jika yakin kita saling mencintai, dia akan melupakanmu. Lalu, aku akan mencari cara mendekatinya. Bersikap baiklah padanya. Saat dia jatuh cinta kepadaku, aku akan berusaha keras.”

“Kau akan mengejar Itik meski dia menganggapmu gay? Kau tidak akan berhasil.”

“Itu tidak penting. Aku bisa memperbaikinya. Kau tahu saat mengincar seseorang, aku harus memilikinya.”

“Kau sungguh menyukainya atau menganggap ini permainan?”

“Keduanya.”

Eh, Lan malah marah-marah nggak jelas menyebut Rut buta dan nggak punya selera. Rut nggak peduli dan menyuruh Lan tetap pada pemikirannya tersebut dan jangan berubah pikiran. Dalam permainan ini, dia harus menang.

--


Danai melakukan hal yang agak mencurigakan. Dia memanggil seorang staff ke ruangannya dan menyerahkan sebuah dokumen. Dia menyuruh staff itu untuk menyelesaikannya dan berhati-hatilah. Staff itu merasa agak khawatir dan menyarankan agar mereka menundanya karena sebentar lagi diadakan audit (menunda apa ya?). Dia takut kalau mereka bisa ketahuan.

Untuk kali ini, Danai berteriak memarahi staff itu yang takut padahal selama ini selalu berhasil. Staff itu masih mau membuat alasan lagi. Sebelum staff itu mengatakan alasan lain lagi, Danai memberikannya sebuah amplop berisi sejumlah uang. Danai juga bilang kalau dia tidak akan membiarkan staff itu membahayakan diri secara gratis. Tapi, staff itu tidak boleh ragu saat dia memberikan perintah. Tidak ada lagi alasan dan keluhan. Staff itu menerima tugas yang diberikan oleh Danai. 

--


Nah, kita beralih ke Petch (sebenarnya, aku malas ya kalau udah ngebahas mengenai Petch). Petch bukannya fokus kerja, malah mengingat kejadian tadi pagi, yang memergoki Rut dan Lan tidur bersama. Yang dipikirkannya itu pikiran kotor sampai mimisan. Poom yang duduk tidak jauh di belakangnya, panik. Petch malah bilang kalau dia takut sama darah. 


Rut kebetulan lewat dan mendengar suara berisik mereka. Dia ikutan panik melihat Petch mimisan. Dengan cepat, dia segera mengelap hidung Petch dengan tissue, memerintahkan Poom mengambil kompres dingin dan inhaler herba. Dia juga membantu menahan hidung Petch agar darahnya berhenti keluar. Ah, dari sorot mata Petch, kelihatan jelas kalau dia makin-makin menyukai Rut.



Rut yang memegang hidung Petch dengan posisi juga berada di dekat leher, bisa merasakan denyut nadi Petch yang jadi lebih kencang. Rut jadi khawatir kalau Petch menderita penyakit. Petch segera menggelengkan kepala. Poom akhirnya kembali dengan kompres dingin. Rut segera menyuruh Poom yang mengawasi Petch hingga mimisannya berhenti. Kalau dalam 10 menit, mimisannya tidak berhenti juga, Poom harus membawa Petch ke dokter. Poom merasa kalau Rut terlalu berlebihan karena ini kan hanya mimisan. Rut nggak peduli dan menegaskan kalau ini adalah perintah.



Alasan Rut begitu marah dan khawatir, karena mimisan mengingatkannya pada mendiang Ibunya. Dulu, saat dia masih kecil, dia melihat ibunya mimisan saat sedang mencuci piring. Waktu itu, Ibunya bilang kalau dia tidak apa-apa dan hanya mimisan. Namun, beberapa menit kemudian, ibunya jatuh pingsan. Rut yang masih kecil saat itu, hanya bisa menangis dan memanggil-manggil Ibunya untuk bangun.


Itu adalah terakhir kalinya ibunya membuka mata. Ibunya meninggal. Rut menjadi yatim piatu. Dia pun di rawat oleh Bibinya yang membawanya ke luar negeri. Ayah Rut masih ada, namun, sejak bercerai dari ibunya, ayahnya tidak pernah mengunjunginya sekalipun dan bahkan tidak hadir di pemakaman ibunya. 

Kenangan menyakitkan itu masih ada di benak dan ingatan Rut. Makanya, dia sangat khawatir dan cemas saat melihat Petch mimisan tadi.

--


Lan menemui Danai dan meminta untuk melihat laporan penjualan selama 3 tahun ini. Saat Danai menanyakan alasannya, Lan menjawab kalau dia hanya ingin melihat kinerja perusahaan serta pengeluaran setiap departemen agar dia bisa memutuskan apa perlu penyesuaian. Danai tersenyum simpul dan mengejek Lan yang selama ini selalu bilang nggak peduli, tapi sekarang ingin melihat setiap detailnya. Dia yakin Chat akan sangat senang melihat Lan yang peduli pada perusahaan. 

Lan tidak suka mendengarnya. Dia tidak mau mengelola perusahaan dan merasa lebih baik Lak dan Danai yang melakukannya. Danai dengan ramah, berkata kalau Lan bisa memberitahunya jika menemukan keanehan dan dia akan membantu mengurusnya. 


Win membawa Mook dan Lan ke pabrik mereka. Lak yang menyuruh agar Mook bisa melihat kapasitas dan cara kerja pabrik. Mereka tanpa sengaja berpas-pasa dengan Dania dan Lan. Sebelum Danai melarang, Win langsung bilang kalau ini adalah perinta Lak. Danai langsung menyindir Win yang selalu mengikuti perintah Lak. Win tidak tersindir dan merasa wajar jika dia mengikuti perintah bosnya. Mook dan Lan bisa merasakan ada aura persaingan yang kuat memancar dari keduanya.

Agar perdebatan dan sindir sindiran tidak semakin panjang, Lan mengajak Win untuk berangkat ke pabrik sekarang. Danai mengikuti karena dia juga ada urusan di pabrik.


Wah, Lak ternyata sedari tadi mengawasi mereka semua. Begitu mereka pergi, Lak menghubungi seseorang dan memberitahu orang itu kalau Win sekarang menuju ke sana. Selesaikan tugasnya!

--



Rut pergi ke ruang rapat. Hari ini adalah hari presentasi para karyawan mengenai ide game mereka. Dia sempat melihat Petch yang sedang membagikan materi di masing-masing kursi, namun Rut tidak menghampirinya karena dia mendapat SMS di saat itu yang memberitahu kalau dia sedang ke pabrik untuk memeriksa apa ada yang mencurigakan. Rut membalas pesannya untuk berhatu-hati dan jangan sampai terluka.


Setelah mengirim pesan, Rut baru meghampiri Petch dan menanyakan kondisinya. Petch dengan riang menjawab kalau mimisannya sudah berhenti dan itu terjadi karna dia kurang tidur (cih, jelas karena dia berpikiran jorok tadi). Rut menunjukkan perhatian dengan mengizinkan Petch pulang lebih awal jika merasa sakit. Petch menolak pulang karena dia salah satu orang yang ingin memperesentasikan ide gamenya. Hal itu sangat penting baginya.


Post a Comment

Previous Post Next Post