Sinopsis C- Drama : Reset Episode 2 part 2

 


Original Network : Tencent Video

Ketika bus berhasil melewati kecelakaan di perempatan. Xiao Heyun mulai bertanya- tanya,  sampai disini seharusnya baik- baik saja kan. Dan Li Shiqing dengan senang menjawab bahwa seharusnya iya. Lalu mereka berdua saling bernafas lega.


Tapi kelegaan mereka tidak bertahan lama. Tiba- tiba Li Shiqing mendengar suara nada dering, dan lalu bus meledak.



Pengantar barang terkejut ketika mendengar suara ledakan. Dan diapun berhenti untuk melihat ada apa.

***


Li Shiqing dan Xiao Heyun tersentak dan terbangun secara bersamaan. Lalu Li Shiqing memberitahu bahwa dia ingin turun. Karena dia baru teringat, ketika suara nada dering terdengar, bus akan meledak. Dan Xiao Heyun merasa terkejut, lalu dia merasa lemas.

“Di bus, ada bom di bus,” kata Li Shiqing, menebak dengan yakin. Lalu dia melihat ke sekitar bus, tapi tidak ada yang tampak mencurigakan.


Akhirnya supaya mereka bisa turun dari bus, Li Shiqing menggunakan trik yang pernah digunakannya. Yaitu menfitnah Xiao Heyun sebagai orang cabul. Dan dengan terpaksa, Xiao Heyun berkerja sama. Lalu seperti sebelumnya, mereka berhasil turun dari bus dengan cara seperti itu.    



Setelah berhasil turun dari bus, Li Shiqing langsung menghubungi polisi dan melaporkan bahwa ada bom di Bus 45, dengan nomor plat JIA A77651. Setelah Li Shiqing menelpon, Xiao Heyun menyuruh Li Shiqin untuk mematikan ponsel.

Mendengar laporan dari Li Shiqing, para polisi segera bergegas menuju ke tempat bus 45 berada.


Li Shiqing dan Xiao Heyun pergi ke atas jembatan. Dari sana mereka memperhatikan, apakah kali ini mereka akan berhasil membuat bus 45 jangan sampai meledak.

Dikantor polisi. Polisi Ye memberitahu Polisi Zhang bahwa nomor Li Shiqing tidak bisa dihubungi dan ada kemungkinan Li Shiqing dipaksa untuk mematikan ponselnya, karena pada saat mereka bertelponan, dia mendengar seseorang menyuruh Li Shiqing untuk mematikan ponsel nya.



Dijembatan. Xiao Heyun bertanya, kenapa terakhir kali Li Shiqing bisa masuk ke rumah sakit, kepadahal Li Shiqing berada jauh dari tempat kejadian. Dan Li Shiqing menunjuk tempat nya berada saat itu. Lalu dia menjelaskan bahwa pada saat bus meledak, seorang pengendara motor ketakutan dan menabraknya.

“Kamu bisa merasakan ledakan dari sini?” gumam Xiao Heyun. Lalu tiba- tiba terdengar suara ledakan yang sangat keras di kejauhan.


Bahkan dikantor polisi, setiap orang bisa mendengar suara ledakan bus 45.


Para petugas pemadam kebakaran langsung datang ke tempat kejadian untuk memadamkan bus yang meledak.

Dikantor polisi. Para polisi mendengarkan kembali laporan bom dari telpon Li Shiqing. Mendengar itu, Polisi Zhang merasa heran, karena bus meledak bukan karena bom, melainkan karena bus bertabrakan dengan mobil minyak.

“Pergi periksa kamera pengintai didekat Qing Shui Xiang segera, kamu harus memeriksa dengan cermat,” kata Polisi Zhang, memerintahkan seorang polisi.

“Baiklah.”


Setelah memerintahkan itu, Polisi Zhang menghubungi petugas pemadam kebakaran yang berada didekat tempat kejadian. “Kamu dengar, kami menerima laporan telpon yang mengatakan bahwa ada bom di dalam bus. Kalian harus berhati- hati untuk mencegah ledakan kedua. Mohon konfirmasi apakah ada bom sesegera mungkin,” perintahnya.

“Dipahami. Setelah mengesampingkan kemungkinn ada bahan peledak berbahaya dimotor, kami akan segera menyelidiki sumber bom di bus,” jawab si Petugas pemadam.


Xiao Heyun penasaran, bagaimana Li Shiqing bisa masuk ke dalam ‘lingkaran’. Dan Li Shiqing juga tidak tahu bagaimana. Terakhir kali mereka berhasil turun dari bus, lalu dia masuk ke rumah sakit, dia tidak tahu bagaimana dia bisa kembali lagi ke dalam ‘lingkaran’ ini. Kepadahal saat dirumah sakit, ketika para polisi sudah pergi dari kamarnya, dia merasa lelah dan hanya tertidur biasa. Tapi saat terbangun, dia kembali ke dalam bus.

“Lalu mengapa polisi menemukanmu?” tanya Xiao Heyun, ingin tahu.

“Karena ada kamera pengintai di dekat tempat kita turun dan polisi melihatnya,” jawab Li Shiqing. Lalu mereka berdua sama- sama tersadar, kalau mereka sudah salah.

“Yah… “ keluh Xiao Heyun. “Lagipula kita sudah menelpon polisi. Kita pasti akan diminta untuk segera introgasi,” katanya, pasrah.

“Bagaimana kalau kita mematikan ponsel terlebih dahulu?” tanya Li Shiqing, menyarankan. Dan Xiao Heyun setuju.

Setelah mematikan ponselnya, Xiao Heyun memperhatikan apakah ada kamera cctv disekitar tempat mereka berada. Lalu dia membawa Li Shiqing untuk mengikutinya.


Diruangan cctv jalan. Beberapa polisi berkumpul dan berdiskusi tentang kasus ledakan bus 45 ini. Serta kenapa setelah Li Shiqing dan Xiao Heyun menelpon, mereka berdua malah pergi ke atas jembatan.

“Mungkin mereka ingin melihat apakah polisi dapat mencegah ledakan tersebut,” kata Polisi Zhang, menebak.


Li Shiqing memperhatikan kumpulan burung di langit. Ntah mengapa kumpulan burung itu mengikuti mereka. Dan Xiao Heyun diam, tidak berkomentar.

“Apakah menurutmu ada kemungkinan bahwa kita sudah mati?” tanya Li Shiqing, menebak. “Aku ada mendengar pepatah bahw ketika seseorang menderita kematian yang salah, jiwanya terperangkap di tempat kematiannya. Kemudian, dia akan terus mengulangi apa yang dia lakukan sebelum kematiannya. Sama seperti kita ini. Kita terjebak di bus dan mati lagi dan lagi.”


“Kita tidak sama persis. Pikirkanlah, kita mengalami hal- hal yang kita tidak alami sebelumnya,” balas Xiao Heyun, berkomentar. “Dan pernahkan kamu mendengar pepatah lain? Setelah hantu menemukan penggantinya, dia bisa meninggalkan lingkaran. Kamu sudah menemukan satu,” katanya, bercanda.


Dengan panik, Li Shiqing menjelaskan bahwa dia tidak ada niat seperti itu, dia sebenarnya hanya ingin mencoba menyelamatkan Xiao Heyun. Tapi bukannya menyelamatkan, dia malah membawa Xiao Heyun ikut terjebak didalam ‘lingkaran’ ini. Dan dia meminta maaf.


Li Shiqing tiba- tiba terpikir sesuatu, dan dia agak stress. Mereka tidak pernah melihat bom didalam bus. Jika polisi bertanya, apa yang harus mereka katakan. Dan Xiao Heyun menjawab bahwa mereka hanya harus menjawab dengan sebenarnya.

“Beritahu mereka bahwa kita berada dalam lingkaran waktu? Mereka tidak akan percaya kita,” kata Li Shiqing, mengingatkan.

“Kita bisa bilang apa lagi? Lagian kita tidak punya motif,” balas Xiao Heyun, merasa stress juga. “Jika polisi tidak percaya, mereka mungkin akan berpikir kita berdelusi. Atau lebih buruknya, mereka akan memperlakukan kita sebagai tersangka. Tapi tanpa bukti, mereka harus melepaskan kita,” jelasnya.




Polisi Ye berhasil menemukan keberadaan Li Shiqing dan Xiao Heyun berada sekarang. Dan Polisi Zhang memanggil Polisi Jiang untuk menemaninya ke sana.

Post a Comment

Previous Post Next Post