Sinopsis J- Movie : Liar x Liar (2021) Part 3

 


Dihari Toru akan pindah, teman Toru datang untuk membantu. Lalu selagi menunggu Toru keluar dari rumah, dia mengobrol dengan Minato. Dia mengatakan kepada Minato bahwa dia sangat penasaran dengan cewek yang disukai Toru, karena kali ini dia bisa melihat kalau Toru benar- benar jatuh cinta. Sebab selama ini meskipun Toru berpacaran dengan banyak cewek, Toru tidak pernah benar- benar menyukai siapapun. Mendengar itu, Minato merasa agak gugup. Lalu tiba- tiba Toru keluar dari rumah.


“Kau selalu polosan, ya,” ejek Toru. “Kesannya, bukankah lebih baik pakai riasan atau mengatur rambutmu?” komentarnya.

“Cerewet. Kau hanya suka cewek gaul, ‘kan?!” balas Minato dengan sinis.

Kemudian setelah itu, Toru dan temannya pun pergi.


Minato : Dia benar- benar pergi. Jadi sepi, ya.

Memang benar sepi. Tapi…

Alasan kepindahannya Toru itu…

Toru mengirimkan pesan Line kepada Mina. Dia memberitahu Mina bahwa dia sudah pindahan dan dia ingin Mina datang bermain ke tempatnya.

… demi Mina, ya.

Selama ini juga sama.

Semuanya demi Mina.

Dia sampai memberi ponsel supaya ku bisa menghubunginya kapanpun. Dia juga harus memutus hubungan dengan teman sepermainannya. Kepindahannya juga.

“Aku ini terburuk, ya. Aku memainkan hati Toru seperti itu,” gumam Minato, merasa bersalah.

@@@

Minato berencana untuk putus dengan Toru. Alasannya dia mau pindah bersama keluarga ke tempat yang jauh, seperti ke Hakkaido.

“Naif! Adikmu punya energi yang ‘nggak seperti anak sekarang. Dari tindakannya selama ini, jelas dia akan mengikutimu ke Hokkaido,” komentar Maki sambil menata rambut Minato.

“Lebih jauh…” gumam Minato, berpikir.

“Semangat dan putuslah dengannya!”

@@@


Sebelum menekan bel dipintu, Mina mempersiapkan dirinya. “Akan kujadikan ini kebohongan terakhir,” pikirnya, bertekad. Lalu dia menekan pintu bel.

Mengejutkannya, orang yang membuka pintu ternyata bukanlah Toru, melainkan teman Toru. Dan Mina merasa sangat terkejut sekali. Disaat itu, Toru langsung keluar dan melindungi Mina serta memperkenalkan pada si Teman bahwa Mina bukanlah Minato. Dan si Teman percaya- percaya saja dengan Toru.

“Pulanglah,” pinta Toru kepada temannya.

“Baiklah. Sampai nanti, Mina-chan,” kata si Teman. Lalu dia pergi.

Didalam apatermen. Toru ingin memeluk Mina, tapi Mina langsung menghindarinya dan dengan serius dia memberitahu bahwa ada yang ingin dia bicarakan.

“Sebenarnya, kepindahan orang tua ku sudah ditetapkan. Kami sekeluarga jadi pindah,” kata Mina, lalu dia berpikir sesaat. “Itu … ke Ekuador.”

“Amerika selatan?” tanya Toru, memastikan.

“Ya. Amerika selatan,” jawab Mina, membenarkan. “Ayahku tak mengizinkanku tetap disini. Jadi, aku ikut ke Ekuador. Karena itu .. eng… aku ingin kita putus.”

“Aku akan menunggumu sampai kembali,” balas Toru, bersungguh- sungguh.

“Aku tak tahu kembali atau tidak. Aku enggak bisa hubungan jarak jauh. Kumohon, Toru. Ayo putus,” kata Mina dengan tegas. Lalu dia merasa bersalah sendiri.


 Mendengar perkataan Mina, Toru terdiam. Dan itu membuat Mina menjadi agak tidak nyaman. Lalu disaat Mina berpikir, apa yang akan Toru katakan. Tiba- tiba saja, Mina melihat Toru menangis. Dan dia sangat terkejut.



“Aku tidak ingin putus,” kata Toru. Dan Mina langsung meminta maaf sambil mengelapkan air mata Toru. Lalu Toru menarik Mina dan memeluknya. “Aku menyukai Mina.”

“Maaf, Toru,” balas Mina sambil balas memeluk Toru.

Minato : Seharusnya, aku tak berbohong padamu.

Kebohongan kecil yang bermula dari menganggap enteng.

Karena hal itu, Toru sangat tersakiti.

Tapi, dengan ini berakhir sudah.

Maaf, Toru.

Selamat tinggal, Toru.

@@@


Pada saat perkumpulan klub, Minato tampak melamun. Dan Karasuma menyadari hal tersebut, ketika dia memperhatikan Minato.


Lalu pada saat acara perkumpulan klub selesai, Karasuma pun menghampiri Minato dan berjalan pulang bersamanya. Dengan perhatian, dia menanyai, ada apa dengan Minato dan apakah mungkin karena pernyataan cintanya, sehingga Minato merasa kerepotan. Dan Minato menjelaskan bahwa tidak ada apa- apa dan bukan karena itu.

“Syukurlah. Tapi, kenapa kamu murung?” tanya Karasuma, perhatian. Dan Minato diam. “Sebelumnya aku ada bilang, ‘kan? Kalau mau curhat, akan kudengar. Katakan apapun.”


“Ini salahku. Orang yang berharga bagiku jadi terluka. Aku melakukan hal kejam. Aku terus berbohong pada orang itu. Aku jadi benci diriku sendiri. Saking kejamnya,” kata Minato, membahas tentang Toru yang dibohonginya. “Karena itu.. maaf. Aku dan Karasuma-kun…”

Sebelum Minato selesai berbicara, Karasuma langsung memeluk Minato dengan erat. “Akan kutunggu. Sampai Ue-san merasa baik- baik saja. Akan kutunggu,” katanya dengan sangat bersungguh- sungguh.

@@@


Sudah 3 bulan Minato dan Karasuma berpacaran. Dan saat mereka mengerjakan tugas bersama dicafe, Karasuma mengajak Minato untuk makan malam bersama nanti untuk memperingatkan 3 bulan mereka. Awalnya Minato lupa, tapi ketika Karasuma mengatakan itu, dia teringat bahwa itu benar dan setuju untuk makan malam bersama nanti.

Setelah selesai mengerjakan tugas, Minato pulang duluan. Dan ketika dia sampai dirumah, dia berjumpa dengan teman Toru yang datang berkunjung.

“Kakak,” panggil si Teman. “Kamu tahu Toru ada dimana?”

“Aku tak tahu. Kenapa?” balas Minato, heran.

“Belakangan ini, dia enggak bisa dihubungi. Tadi aku meminta Bibi untuk menghubunginya dan ternyata tak terhubung,” kata si Teman, sangat khawatir.

“Apatermennya?” saran Minato, ikut khawatir.

“Enggak bisa. Kelihatannya dia tak disana,” jawab si Teman, merasa stress. “Sepertinya dia putus dengan pacarnya. Soalnya dia benar- benar kepincut. Aku jadi khawatir,” jelasnya.

Mendengar itu, Minato langsung berlari masuk ke dalam rumah.


Minato masuk ke dalam kamar dan mengambil ponsel Mina yang disembunyikannya di dalam laci meja. Lalu dia menyalakan ponsel Mina yang selama ini dimatikannya. Dan saat ponsel menyala, tidak ada pesan masuk ataupun telpon masuk sama sekali, dan Minato jadi tambah khawatir.


Lalu Minato pun datang ke apatermen Toru. Dia menekan bel dan mengendor- ngedor pintu sambil memanggil nama Toru. Tidak lama kemudian Toru membuka pintu dan menyebut nama Mina. Kondisi Toru tampak sangat berantakan sekali dan ditangannya Toru memegang buku tentang Ekuador. Melihat itu, Minato terdiam.

“Kalau ‘gak ada urusan, pulanglah,” kata Toru, tanpa semangat sama sekali.


“Eh…” kata Minato, menghalangi Toru yang ingin menutup pintu. “Kamu ‘nggak ke kampus, ‘kan? Kenapa kamu mengurung diri?” tanyanya dengan cepat.

“Apa yang kulakukan tak ada hubungannya denganmu, kan?” balas Toru. Lalu dia langsung menutup pintu.

Minato : Tak ada hubungannya denganku, ‘ya?

Entah kenapa hatiku terasa sakit.


Malam hari. Karasuma menelpon Minato untuk mengingatkan tentang makan malam peringatan 3 bulan mereka. Tapi Minato sama sekali tidak fokus mendengarkan.

“Minato?”  panggil Karasuma, karena tidak ada respon.

“Maaf, apa?” balas Minato. “Ah. Maaf. Tapi aku merasa lelah hari ini,” katanya, beralasan.

“Begitu, ya. Kalau begitu, kita bicarakan lagi besok,” kata Karasuma, mengerti.

“Sampai nanti,” kata Minato, lega. Kemudian setelah telpon mati, dia menatap ponsel Mina. “Enggak bisa kalau denganku, ya. Harus Mina,” pikirnya, murung.


Keesokan harinya. Saat acara hallowen klub, Minato menghampiri Karasuma dan mengajaknya untuk berbicara sebentar diluar. Dan Karasuma mengiyakan.

Diluar. Minato membungkuk dan meminta maaf kepada Karasuma. Lalu dia menjelaskan bahwa dia tertarik dengan orang lain. Jadi dia tidak bisa bersama dengan Karasuma. Mendengar itu, Karasuma sudah menduga sejak lama kalau Minato sebenarnya menyukai orang lain, dan akhirnya Minato mengatakannya juga hari ini. Jadi dia paham dan mengerti.

@@@



“Lagi- lagi aku meriasmu seperti ini, ya,” komentar Maki sambil merias wajah Mina. “Aku sendiri tak keberatan. Tapi apa kamu yakin dengan ini? Menjadi Mina artinya kebohongannya dimulai lagi.”

“Iya, aku paham,” jawab Mina dengan yakin. “Aku selalu kebingungan harus gimana. Padahal hanya tinggal mengulang hal sama. Meski begitu, kurasa Mina dibutuhkan olehnya sekarang. Terlebih untukku juga,” jelasnya, curhat.

“Begitu,” gumam Maki, mengerti. “Berarti, karena aku juga bingung harus apa, bakal kutemani sampai akhir deh,” katanya, mendukung pilihan Mina. Dan mendengar itu, Mina tersenyum lega.

@@@


Dengan gugup Mina menarik nafas dalam- dalam. Lalu setelah itu, dia mengetuk pintu apatermen Toru dan berbicara dengan riang, “Toru! Aku kembali. Bukalah, Toru,” panggilnya.

Mendengar itu, Toru langsung membuka pintu. “Mina,” katanya, tampak sangat senang.

“Begini, aku kembali ke Jepang untuk tinggal bersama kerabat bibi ku,” kata Mina, menjelaskan. Tapi sebelum dia selesai, Toru sudah langsung memeluknya dengan erat, sampai dia merasa agak kesakitan.

Saat Mina mengeluh sakit, Toru langsung melepaskan nya dan meminta maaf. Lalu dengan lembut dan perhatian, Mina menyentuh rambut Toru dan menanyai, apakah Toru sudah makan. Kemudian saat Toru menjawab belum, karena dia tidak nafsu makan. Mina langsung menasehati Toru untuk jangan begitu dan makan dengan teratur.

Merasakan perhatian dari Mina, Toru merasa sangat tersentuh. Dan dia menundukkan kepalanya untuk mencium bibir Mina. Dengan gugup, Mina langsung mundur dan menghentikan Toru.

“Ini diluar,” kata Mina, beralasan.

“Oh. Kalau ‘gitu, di  dalam kamar,” kata Toru, langsung membuka pintu apatermennya dan mengajak Mina untuk masuk. “Ah, hari ini menginap, ‘kan?” tanyanya.

“Enggak, enggak. Hari ini aku cuma datang mampir. Aku harus pulang,” jelas Mina dengan cepat.

Minato : Dalam beberapa menit setelah bertemu, kesucianku terancam. Bukan sebatas karena perasaan tertinggal.



“Aku ingin bersamamu lebih lama lagi,” kata Toru dengan sikap sedih, seperti anak anjing yang tidak ingin ditinggalkan pemiliknya.

“Tenang saja. Mulai sekarang, kita bisa kencan perlahan,” kata Mina, menenangkan. Dan Toru langsung kembali ceria. “Kalau begitu, 2 hari lagi,” pamit Mina.

“Aku mengerti,” kata Toru, senang.

“Makan dengan benar ya.”

“Iya.”

“Akan kuhubungi lagi, ya. Dah.”

Minato : Mina luar biasa. Padahal apapun yang kukatakan pada Toru itu enggak mempan. Dia bisa segampang ini membuat Toru bahagia.

Berbeda sekali denganku.

@@@

Post a Comment

Previous Post Next Post