Sinopsis J- Movie : Liar x Liar (2021) Part 4 END

 



Mulai dari saat itu, Mina dan Toru mulai berkencan. Mereka berjalan- jalan ke berbagai tempat, bersenang- senang, bermain- main, tertawa, bermesraan, dan berfoto- foto dengan ceria.

Minato : Jumlah foto Toru dan Mina bertambah setiap kali mereka berkencan. Ini … bukanlah sosokku yang sebenarnya.


Ketika Toru pulang, Mina berpura- pura membahas tentang wanita yang mirip dengannya untuk mengetahui reaksi dan pendapat Toru terhadap Minato. “Orang itu orang yang bagaimana?”

“Orang yang enggan kuajak bicara,” jawab Toru.

Suara yang lesu. Aku tak berpikir kalau dia lelah. Tak kusangka dia bakal bilang dengan suara seperti itu.

@@@


Mina  berdiri dipinggir jalan dan menunggu Toru. Sambil berdiri, dia terus teringat akan jawaban Toru kemarin. Dan dia merasa sedih serta kecewa.

Minato : Aku tahu. Aku paham.

Rasanya menyedihkan kalau Minato … tidak ada dalam hati Toru.

Ketika Karasuma berjalan, dia melihat Mina. Dia merasa heran dengan penampilan Minato yang tampak sangat gaul dan dia ingin memanggilnya. Tapi sebelum dia sempat melakukan itu, dia melihat Toru datang menghampiri Mina.

@@@

Dikampus. Ketika Karasuma melihat Minato, dia memanggilnya dan mengajaknya untuk pulang bersama. Dan dengan canggung, Minato mengiyakan.

Lalu saat Karasuma dan Minato berjalan pulang bersama, mereka bertemu dengan Ibu Takatsuki dan Toru yang kebetulan baru pulang dari berbelanja bersama. Dan saat bertemu, Ibu Takatsuki mengajak Karasuma untuk makan malam bersama dirumah nya hari ini.

“Karasuma-kun bakal kerepotan kalau tiba- tiba diajak,” kata Minato, menolak ajakan Ibu Takatsuki yang ingin mengundang Karasuma.

“Baiklah, saya terima tawarannya,” kata Karasuma, menerima. Dan Minato merasa terkejut serta canggung, karena ada Toru.

Makan malam. Saat makan bersama dan mengobrol- ngobrol, Ibu Takatsuki akhirnya ingat siapa Karasuma. Dan dengan bersemangat, dia mengatakan bahwa dulu Minato tertarik pada Karasuma. Mendengar itu, dengan panik, Minato langsung mengatakan kalau dagingnya sudah habis dan meminta Ibu Takatsuki untuk mengambil lagi, supaya Ibu Takatsuki tidak mengatakan sesuatu yang salah.



Lalu ketika Ibu Takatsuki pergi ke dapur, Karasuma mencoba mengobrol dengan Toru yang sedari tadi hanya diam saja. “Adik, gimana hubunganmu dengan pacarmu?” tanyanya, seperti tanpa maksud apapun. Dan mendengar itu, Toru serta Minato sama- sama melihat Karasuma yang duduk diantara mereka, yaitu ditengah. “Waktu itu aku melihatmu di Shibuya. Dengan pacarmu. Aku terkejut, loh…” komentarnya.

Tanpa mengatakan apapun, Toru berdiri. “Bisa bicara sebentar?” ajaknya.

Saat Karasuma dan Toru pergi, Minato merasa sangat gugup dan khawatir. Tapi dia tidak mungkin mengikuti mereka berdua.

Tidak lama kemudian, terdengar suara keras. Dan Minato langsung pergi untuk melihat ada apa. Lalu dia melihat, Toru me megang kerah baju Karasuma dan menahannya di dinding. Dengan khawatir, Minato langsung mendorong Toru dan memarahinya untuk melepaskan Karasuma.

Dengan kesal, Toru melepaskan Karasuma dan pergi ke kamar nya.

“Karasuma- kun, kamu baik- baik saja?” tanya Minato, khawatir.

“Maaf. Sepertinya, aku enggak klop sama adikmu,” jawab Karasuma sambil menundukkan kepalanya. Lalu dia pamit untuk pulang.

“Tunggu sebentar. Biar ku jelaskan,” panggil Minato.

Ditaman. Dengan jujur dan singkat, Minato menjelaskan kepada Karasuma tentang hal yang sebenarnya. Dia berpura- pura menjadi orang lain dan berpacaran dengan adiknya, Toru.

“Itu agak terlalu singkat, dan semakin tak objektif,” komentar Karasuma.

“Eng… sebenarnya… “


Toru pulang ke apatermennya. Dan dia menatap fotonya bersama Mina.

Setelah Minato menceritakan segalanya dengan rinci, Karasuma merasa kalau hal ini agak rancu. Dan dia menanyai hal paling penting, “Apa kamu menyukai adikmu?”

“Mu… mungkin,” jawab Minato, pelan.

“Meskipun tiri, kamu tinggal bersama adikmu, ya.”


“Iya. Saat pertama kali bertemu dengannya, sewaktu aku SD. Orang tuaku menikah kembali dan mulai tinggal bersama sebelum SMP,” kata Minato, bercerita.

“Rasanya, aku mungkin kurang bisa memahaminya,” kata Karasuma sambil mengerutkan dahinya. “Andai adikku punya pemikiran seperti itu … itu menjijikan.”

Mendengar itu, Minato tertegun. “Oh, begitu. Maaf ya, aku berbicara hal yang rumit,” katanya sambil tertawa kering. “Soal ini …”

“Takkan kuberitahu siapapun,” kata Karasuma, mengerti. “Hanya saja, mungkin aku kurang bisa mendukungmu. Maaf, Minato,” jelasnya. Lalu dia pergi.

Minato : Cintaku ini…

Menjijik kan, ya?

@@@

“Ayo kita putus,” kata Toru dengan mantap. “Sebenarnya, aku selalu kepikiran. Semakin aku melihat wajah Mina tertawa, hatiku jadi terasa sakit. aku selalu menyembunyikan perasaanku dan memanfaatkan Mina,” katanya, menjelaskan.

“Memanfaatkan?” gumam Mina, tidak paham.



“Sebelumnya, kamu bertanya soal orang yang mirip dirimu. Aku selalu… menyukai orang itu. Makanya, aku sangat terpikat padamu, karena kamu mirip dengannya. Tapi pada akhirnya, yang kusuka adalah… orang itu,” kata Toru, mengakui perasaan nya yang sebenarnya.

“Orang yang mirip itu …?” tanya Mina, ingin tahu dan memastikan.

“Wafat. Sejak dulu. Sebagai penggantinya, aku memperlakukan mu sangat berbeda. Aku benar- benar minta maaf,” jawab Toru.

Mendengar itu, Mina terdiam.

@@@


Minato sebenarnya menyukai Toru, tapi dia tidak berani untuk mengakuinya. Karena dia dan Toru adalah saudara, walaupun mereka bukan saudara kandung melainkan hanya saudara tiri saja, tapi dalam pandangan dunia, itu aneh dan menjijikan. Jadi sekarang putus dengan Toru mungkin adalah yang terbaik.

“Tak masalah kalau kamu yakin dengan itu,” kata Maki, menghormati pilihan Minato.


Toru pindah kembali ke rumah. Dan saat dia serta Minato bertemu, mereka berdua bersikap seperti dulu. Seperti saudara.



Dicafe. Karasuma meminta maaf, karena perkataannya kemarin terlalu kasar, seperti ‘menjijikan atau tak bisa mendukung’. Dan dengan tenang, Minato menjelaskan tidak apa- apa, karena sekarang semuanya sudah berakhir. Dia dan Toru sudah putus.

“Kalau begitu, bagaimana kalau lihat kastel untuk ganti suasana? Tentu saja sebagai teman,” kata Karasuma, mencoba menghibur Minato. “Besok jam 10. Kita bertemu di stasiun Shinagawa. Akan kutemani seharian.”

“Baiklah,” jawab Minato, mengiyakan.


Keesokan harinya. Dengan perhatian, Karasuma menanyai pendapat Minato, kastel apa yang paling ingin Minato lihat sekarang. Dan saat Minato menjawab kastel Inuyama, di prefektur Aichi, Karasuma langsung memutuskan untuk ke sana saja.

“Enggak, enggak. Itu terlalu jauh,” tolak Minato, merasa tidak enak. “Yang lebih dekat saja. Yang disukai Karasuma-kun.”

“Sudahlah. Sudahlah. Ayo bersenang- senang hari ini!” ajak Karasuma.


Dirumah. Ibu Takatsuki menyarankan Toru untuk jalan- jalan keluar, mumpung cuacanya sedang bagus. Dan Toru menolak, karena tidak tahu mau kemana.

“Ke manapun tak masalah, ‘kan? Minato pergi dari pagi dan katanya mau ke kastel,” kata Ibu Takatsuki. Dan Toru menanggapi tanpa semangat. “Itu loh, waktu itu ada lelaki muda yang kemari, ‘kan? Karasuma. Katanya, dia main berdua dengan cowok itu!” kata Ibu Takatsuki, bercerita sambil tersenyum senang.

Mendengar itu, Toru diam dan bersikap murung.



Karasuma dan Minato berjalan- jalan, bersenang- senang, dan tertawa dengan riang.

Sedangkan Toru tidur merenung di dalam kamar.


Selesai mengujungi beberapa tempat, Karasuma memberitahu Minato bahwa dia juga sudah ada menyewa hotel untuk tempat mereka menginap malam ini. Dan Minato merasa terkejut, karena dia kira mereka akan langsung pulang dan juga dia belum ada memberitahu orang tuanya kalau mereka bakal menginap.

“Hubungilah. Supaya enggak cemas,” kata Karasuma, menyarankan dengan sikap tenang.

“Aku juga belum ada persiapan untuk me- …”

“Tenang saja. Beli apa saja nanti di miniswalayan. Ayo,” ajal Karasuma, memegang dan menarik tangan Minato untuk mengikutinya.


Malam hari. Ibu Takatsuki merasa cemas karena Minato belum pulang juga. Dia cemas kalau Minato melakukan pekerjaan paruh waktu yang mencurigakan. Namun Ayah Takatsuki tidak percaya dan tidak cemas, karena dia percaya dengan Minato.

“Ada yang selalu membuatku penasaran. Minato itu punya dua ponsel,” kata Ibu Takatsuki, memberitahukan hal yang dicurigainya.

Mendengar perkataan itu, Toru tertegun.


Dikamar hotel. Karasuma bersikap biasa saja. Tapi Minato merasa tidak nyaman, karena menginap sekamar bukanlah hal yang baik menurutnya, bahkan walaupun tempat tidur didalam kamar ada dua. Jadi Minato ingin pulang saja.


“Kalau kamu pulang, aku mungkin akan memberitahu adikmu kalau kakaknya berpura- pura jadi orang lain dan berpacaran dengannya,” ancam Karasuma dengan halus. “Apa kamu enggak mau ketahuan oleh adikmu? Tidakkah kamu berpikir dia akan memaafkanmu kalau kamu berkata jujur?”

“Aku… enggak masalah kalau ketahuan. Ini pun karena kebohongan yang kubuat. Aku tak peduli apa yang dikatakan Toru. Tapi, aku tak bisa mengatakannya,” balas Minato.


Minato tidak berani memberitahu Toru, karena dia tidak ingin orang lain sampai tahu, karena meski Toru pacaran karena dibohongin olehnya, tapi orang lain tetap akan mengecap Toru menjijikan.

“Kalau begitu, tunjukkan seberapa jauh usahamu demi adikmu itu,” kata Karasuma, membuka pintu kamar mandi. “Silahkan mandi duluan,” jelasnya sambil tersenyum.

Dirumah. Ketika Ibu Takatsuki mendapat kabar kalau Minato ada di Aichi dan akan menginap disana, dia merasa tenang. Karena tandanya Minato baik- baik saja.


Minato melepaskan baju luarnya. Lalu dia mau masuk ke dalam kamar mandi. Melihat itu, Karasuma menghentikan Minato dan menutup pintu kamar mandi.

“Kamu bilang sudah berakhir dengan adikmu. Tapi sama sekali enggak berakhir,” kata Karasuma, merasa kecewa. “Dengan begini, bukankah kamu paham? Perasaan sejatimu. Kamu masih menyukainya sampai sekarang, ‘kan? Kamu melakukan semua ini demi adikmu,” jelasnya. Ternyata dia hanya berniat untuk mengetes perasaan Minato.


“Karasuma-kun. Jangan- jangan… kamu sengaja melakukan ini?” tebak Minato, tidak menyangka.

Dengan jujur, Karasuma menjelaskan bahwa sebenarnya dia hanya ingin memastikan saja. Dia ingin memastikan apakah ada bagian dari mereka yang tidak klop supaya dia bisa yakin putus dengan Minato adalah pilihan yang tepat. Namun dia tidak bisa memastikannya, karena ternyata, mereka memiliki ketertarikan yang sama dan mereka bisa membahas apapun. Dan dia sangat menyukai Minato. Mendengar itu, Minato merasa agak canggung dan bersalah.


“Maaf membuatmu berurusan dengan keegoisanku. Karena hari ini… benar- benar berakhir,” kata Karasuma dengan sedih. “Selamat tinggal, Minato.”

Setelah mengatakan itu, Karasuma mengambil barang- barangnya dan berniat pergi. Namun sebelum pergi, dia memberikan satu nasihat kepada Minato.

“Cobalah bicara dengan adikmu. Aku yakin dia akan paham,” kata Karasuma sambil tersenyum menyemangati. Lalu dia pergi.


Keluar dari hotel, Karasuma menarik nafas dalam- dalam. “Aku enggak keren, ya,” gumamnya sambil menengadahkan kepalanya supaya jangan sampai menangis.


Didalam kamar hotel. Minato menangis penuh rasa bersalah.

Minato : Aku benar- benar kejam ya.

Membuat orang sebaik itu melakukan hal seperti ini.


Toru berdiri di depan kamar Minato, dan mengingat- ingat kembali setiap detail kecil tentang Mina, saat mereka berdua berkencan. Dan sikap aneh Minato. Kemudian diapun menyadari bahwa mungkin saja Minato dan Mina adalah orang yang sama.


Toru lalu kembali ke dalam kamarnya. Dia mencoba menghubungi Mina untuk memastikan dugaannya. Dan di saat dia menelpon, dia mendengar suara telpon berdering didalam kamar Minato. Dan dia pun menjadi yakin kalau Mina adalah Minato.

@@@

Minato : Karena kebohongan yang kulakukan dengan pasrah, aku menarik ulur banyak orang. Banyak orang yang terluka dan berakhir tanpa menyelesaikan kebohongan yang kubuat.

Itu benar- benar enggak baik.

Tak bisa kubiarkan kebohongan berakhir dengan kebohongan.

Ayo bicarakan semuanya, dan minta maaf pada Toru.


Ketika Minato berjalan, tiba- tiba saja seseorang muncul didepannya. Dan tanpa sengaja dia menabrak orang tersebut dan terjatuh. Lalu saat dia melihat ke atas, dia melihat Toru. Dan ditangan Toru ada ponsel Mina yang disembunyikannya didalam kamar.

Ditaman. Minato membungkuk dan meminta maaf kepada Toru. Lalu dia menjelaskan bahwa awalnya dia berbohong, itu karena ingin iseng saja dan ingin memperbaiki sikap Toru yang sering memainkan cewek. Lalu karena Toru tampak sangat menyukai Mina, dia jadi sulit mengakui kebohongannya. Dan jadi terus berbohong.

“Maaf,” kata Toru. Dan Minato merasa heran, kenapa Toru meminta maaf juga, kepadahal dia yang telah membohongi Toru. “Aku juga selalu membohongimu. Aku benar- benar terkejut saat menabrakmu di perempatan itu. Karena benar- benar mirip Minato,” jelasnya.

“Eh? Bukankah dia orang yang telah wafat?” tanya Minato, heran.

“Wafat. Aku selalu berpikir seperti itu dalam diriku. Karena dia orang yang kucintai sejak kecil,” jawab Toru, menceritakan.

@@@

    

Toru : Sejak pertama kali kita bertemu, aku jatuh hati padamu.


Pada awalnya, aku senang hanya bisa bersama Minato. Lalu tak lama kemudian, aku tahu kalau saudara tak bisa menikah.


Kita sudah jadi keluarga. Kalau aku melewati perasaan ini, sesuatu yang berharga akan hancur. Karena itu, aku menghapus Minato yang ada dalam diriku.


Kalau sudah tidak bisa bersama orang yang kusuka, aku tak peduli lagi. Aku jadi benci semuanya. Aku seenaknya meninggalkan mereka.

Aku juga tahu hal itu merepotkanmu. Tapi, tak ada yang bisa kulakukan lagi.


Tak kusangka jadi saudara akan semenyakitkan ini.

Saat aku tahu saudara bisa menikah kalau tak sedarah. Itu sudah terlambat. Karena tindakan egoisku, kamu jadi membenciku sepenuhnya.

Aku memang dibenci olehmu. Tapi, setidaknya aku ingin dekat denganmu.

@@@


“Kalau begitu … orang yang selalu kamu sukai itu … “ tanya Minato, memastikan. Dan Karasuma menganggukkan kepalanya. “Maaf. Aku selalu berpikir kalau kamu cuma suka cewek gaul. Soalnya, kamu langsung ikut kencan buta waktu dibilang cewek gaul akan datang, kan?” komentar Minato sambil tersenyum.

“Itu… karena kamu datang juga,” jawab Toru dengan gugup. “Maaf. Aku ingin mengawasimu,” jelasnya.



Toru dan Minato akhirnya mulai saling terbuka. Toru mengakui bahwa dia bahagia bisa pacaran dengan Mina dan dia cemburu saat melihat Minato bersama Karasuma. Lalu sebenarnya, dia panik saat Karasuma datang makan malam di rumah mereka, karena Karasuma tampaknya menyadari kalau dirinya menyukai Minato. Kemudian dari obrolannya dengan Karasuma saat itu, dia menyadari kalau tampaknya dia telah memanfaatkan Mina, karena Mina mirip dengan Minato. Karena itulah dia memutuskan Mina. Lalu dia meminta maaf kepada Minato, karena mereka sedekat ini, tapi dia malah tidak menyadari kalau Mina adalah Minato.

“Kita ini benar- benar bodoh ya,” komentar Minato sambil tertawa.

Toru kemudian membawa Minato ke kebun binatang untuk melihat penguin. Tempat pertama kali mereka bertemu sewaktu kecil dulu. Dulu sewaktu kecil, ketika mereka bertemu, Minato adalah orang pertama yang mengulurkan tangan dan memegang tangan Toru. Kali ini Toru ingin menjadi orang pertama yang mengulurkan tangan dan memegang tangan Minato.

“Tapi, kita ini …” kata Minato, ragu memegang tangan Toru yang terulur.


Sebelum Minato selesai berbicara, Toru mendekati wajahnya dan mencium bibirnya. “Dengan ini, kebohongannya usai. Mulai kini, ayo bersama secara terang- terangan.”

“Oke,” jawab Minato sambil tersenyum.




Akhirnya, Toru dan Minato pun berpacaran dan berakhir dengan bahagia. Seperti sewaktu kecil dulu, mereka berjalan sambil berpengangan tangan.

@@@



Toru dan Minato menghadap Ayah dan Ibu. Dengan jujur, mereka memberitahu Ayah dan Ibu bahwa  sekarang mereka berdua berpacaran dan mereka juga berpikir akan menikah. Lalu mereka menunduk dan meminta maaf.

“Bagus, dong?” kata Ibu Takatsuki, tanpa disangka tidak marah.

“Selama kalian bahagia, itu tak masalah,” kata Ayah Takatsuki, mendukung.

Mendengar itu, Toru dan Mina sama- sama merasa lega serta senang.

Maki terkejut saat, Minato datang dan memberitahu kalau Minato dan Toru berencana untuk tinggal bersama. Lalu dia memberikan selamat kepada Minato.


Teman Toru datang dan membantu Toru serta Minato untuk pindah ke apatermen sebelumnya.

Setelah lulus, Toru melamar. Dan Minato menerima dengan senang hati.

Kemudian secara bersama- sama, Toru dan Minato mengisi formulir pernikahan mereka.







Lalu akhirnya Toru dan Minato pun menikah. Yeah … :D

.TAMAT.

Post a Comment

Previous Post Next Post