Thursday, May 16, 2019

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 05-1

2 comments

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 05-1
Images by : Hunan TV
 Zi Yun menjelaskan panjang lebar mengenai alasannya menutup toko tua di North Street, tempat itu Yu Zhi dulu bekerja. Dan mendengar penjelasan Zi Yun, walaupun kesal, Yu Zhi berusaha menutupinya. Dia berpura-pura bisa mengerti alasan dan kesulitan yang Zi Yun alami, sehingga dia tidak akan marah dan menentang. Nenek juga senang dan memuji Yu Zhi yang bisa mengerti hal itu. Apalagi, Yu Zhi sudah memanggil Zi Yun dengan sebutan ‘bibi’.
Dan Yu Zhi bahkan menawarkan diri untuk mengantar nenek, dan nenek setuju. Dia menyuruh Zi Yun untuk berangkat duluan. Setelah Zi Yun pergi, Nenek baru berkata pada Yu Zhi, dia tidak tahu apakah Yu Zhi tulus atau tidak pada Zi Yun, tapi yang pasti, dia hanya setengah percaya pada Yu Zhi.
Yu Zhi terus berusaha kalau dia tulus. Dan karena itu, Nenek bisa menyadari kalau Yu Zhi pasti serius ingin bekerja di Rui Hua. Yu Zhi membenarkan dan meminta nenek memberikannya kesempatan wawancara. Nenek setuju dan mulai bertanya pendapata Yu Zhi mengenai Rui Hua sekarang ini.
“Rui Hua… grup utama Rui Hua di bawah bimbingan Bibi Mu selalu menjadi yang terbaik di industri ini. Jadi, dalam bentuk pengalaman ini, aku tidak bisa bersaing dengannya. Tapi beberapa tahun yang lalu, aku bekerja di beberapa perusahaan tambang dan mempelajari banyak hal, dan mendapatkan pengalaman. Jadi, jika Nenek percaya padaku, biarkan aku dan kak Yu Yi…”
“Beberapa tahun ini, Yu Yi menempatkan seluruh waktunya pada pembiayaan perusahaan,” potong Nenek. “Meskipun dia hanya anggota nominal di tim inlay, dia tidak mencurahkan seluruh energinya untuk itu. Apakah kau memiliki kepercayaan diri bekerja dengan kakakmu untuk mengembangkan tim tatahan?”
“Aku tahu Nenek masih ragu mengenai aku dan kak Yu Yi. Tapi, kami rela berusaha sekuat tenaga.”
 Nenek masih ragu, karena tatahan biasanya berhubungan dengan berlian, sementara beberapa tahun ini, produk yang perusahaan mereka hasilkan hanyalah produk emas biasa. Pendirian Rui Hua terutama di dasarkan pada perhiasan emas biasa. Mereka tidak ahli dalam hal tatahan, karena itu kita tidak memiliki banyak SDM untuk hal tersebut. Dan juga, perusahaan tidak memiliki niat untuk melakukan perubahan.
Dan Yu Zhi langsung mengeluarkan kontrak kerjasama dengan pertambangan Astor di Asia Tenggara, dan yang perlu Nenek-nya lakukan sekarang adalah mengalokasikan pendapatan ke tim inlay. Dan anggaran lainnya, mereka bisa mengikuti prosedur perusahaan. Dan juga, untuk mengembangkan produk, mereka berencana bekerjasama dengan Wu Xiao Ci dari Cilian (nama merk/perusahaan).
Nenek tampak tertarik, apalagi Ny. Wu adalah orang terkenal di industri tatahan yang baru saja kembali dari Amerika. Jadi, dia menyuruh Yu Zhi menyelesaikan semua-nya, hingga mendapatkan kerja sama baru mereka akan membahasnya lagi. Yu Zhi mengangguk mengerti.
--
Yu Zhi menemui Yu Yi, dan Yu Yi terkejut karena Yu Zhi sempat hampir berseteru dengan Zi Yun. Yu Zhi memintanya untuk tidak khawatir, karena dia bukan lagi anak 10 tahun yang menghadapi Zi Yun dengan emosi. Sebaliknya, dia bersikap sangat menghormati Zi Yun di depan neneknya.
Dia juga sudah memberitahu nenek sedikit dari rencana mereka. Dan nenek bilang kalau harus melihat hingga mereka bisa bekerja sama dengan Wu Xiao Ci, baru membicarakannya lagi. Jadi, dia merasa ada sedikit harapan.
Yu Yi menasehati Yu Zhi untuk lebih berhati-hati lagi. Dan juga tidak mudah bagi mereka untuk menjatuhkan Mu Zi Yun. Tapi, Yu Zhi yakin kalau Zi Yun pasti memiliki celah, dan dia akan berusaha mencari celah tersebut untuk menjatuhkan Zi Yun.
Yu Yi mengerti maunya Yu Zhi. Dan karena itu, yang terutama sekarang adalah mereka masih harus bisa mendapatkan Wu Xiao Ci ke pihak mereka. Dan karena itu, mereka tidak bisa mengecewakan Gao Hui.

Baru juga di omongin, Gao Hui sudah mengirimkan foto kepada Yu Zhi. Fotonya sedang berada di arena gym panjat tebing. Dan Yu Zhi memperlihatkan foto itu pada Yu Yi, karena sepertinya mereka harus ke sana menemui Gao Hui.
--
Arena panjat tebing sedang melakukan acara lomba yang di sponsori oleh Bingo Link Game. Dan yang menang akan mendapatkan kartu keanggotaan gratis selama setengah tahun.
Yu Zhi dan Yu Yi tiba di sana dan melihat Gao Hui yang sedang melakukan panjat tebing. Setelah selesai, dia menghampiri Yu Zhi dan menantang Yu Zhi untuk ikut tanding panjat tebing dengannya, karena kebetulan ada acara.
Yan Kai (teman Yu Zhi – akhirnya aku tahu namanya), menjelaskan lomba itu yang tidak mudah. Tiga tempat perebutan berturut-turut dalam proses mencapai puncak, harus dalam satu baris.
Gao Hui langsung meminta Yu Zhi bertanding dengannya. Yu Yi langsung berkomentar kalau ini karena Yu Zhi mengalahkan Gao Hui di tempat billiar waktu itu, jadi Gao Hui pasti akan terus menantang Yu Zhi hingga dia bisa mengalahkannya.
“Jika aku menang darimu, aku pasti akan menyinggungmu. Jika aku di kalahkan olehmu, aku tidak hanya akan menyinggungmu, tapi kau akan memandang remeh aku. Ini adalah transaksi yang buruk tidak peduli bagaimanapun kau melihatnya,” ujar Yu Zhi.
Gao Hui tertawa dan berkata kalau ini bukan transaksi yang buruk. Yu Yi juga menyuruh Yu Zhi untuk tidak menolak, dan mereka berdua bisa melakukan taruhan. Dia yang akan menjadi hakim dan bersikap adil. Gao Hui langsung berteriak setuju.
“Jika kau kalah dariku, kau harus membiarkanku pergi selama sehari. Bagaimana?” tanya Gao Hui.
“Sepertinya aku tidak punya pilihan selaing bersaing. Lalu, jika aku menang, berjanjilah satu hal padaku.”
“Setuju!”
--

Gao Jie sedang membuat sesuatu di sela-sela jam kerja. Dia membuat benda berbentuk cincin. Dan dia kemudian teringat pertemuannya kemarin dengan Yu Zhi. Dia sangat penasaran dengan kabar Yu Zhi sekarang ini.
Si Cheng yang keluar dari ruangannya, melihat Gao Jie sendirian, dan menawarkan diri untuk melihat cincin yang Gao Jie buat. Dengan ramah, dia memberitahu Gao Jie apa saja kekurangan dari cincin itu dan memperbaikinya.
Dir. Zhou yang kebetulan lewat, melihat mereka sangat dekat. Dia tampak cemburu dan langsung menghampiri mereka. Dengan sinis, dia menyuruh mereka untuk tidak bicara terlalu dekat di kantor karena akan membuat orang-orang salah paham nantinya.
“Apa maksud Anda, Dir. Zhou?” marah Gao Jie.    
Tapi, Dir. Zhou malah semakin kurang ajar, bicara menyindir Gao Jie yang menjilat pada atasan hingga bisa menjadi peserta lomba Kompetisi Desain Kreatif itu. Si Cheng langsung berkata kalau Dir. Zhou sudah salah paham, tapi Dir. Zhou tidak mau mendengarkan penjelasan dan pamit pergi untuk rapat.
Gao Jie jadi tidak enak dan meminta maaf pada Si Cheng karena gara-gara dia, Si Cheng jadi kesulitan. Si Cheng menyuruhnya untuk tidak khawatir karena dia tidak mengkhawatirkan apapun. Sebaliknya, lebih baik jika Gao Jie fokus persiapan lomba.
--

Kakek sedang bekerja membuat kerajinan gitu. Dan Pan Yue keluar dari kamar, ingin mencari Gao Jie. Kakek menjelaskan kalau Gao Jie masih belum pulang kerja. Tapi, Pan Yue merengek karena dia ingin melihat Gao Jie dan ingin Gao Jie membacakannya buku cerita. Kakek berusaha menenangkannya. Tapi, Pan Yue terus merengek.
Dan karena itu, Kakek memberitahu Pan Yue kalau dia tidak sehat, dan meminta Pan Yue berhenti mengeluh. Kakek bahkan harus minum obat karena dadanya terasa sakit. Pan Yue jadi cemas dan takut.
“Yue Yue, kamu adalah prioritas terbesar ayah. Selama kamu baik-baik saja, tidak peduli seberapa buruk kesehatan ayah, ayah bisa bertahan lama. Kamu pergi lah menggambar sebentar. Dengarkan ayah baik-baik, ya?”
Pan Yue mengangguk setuju. Dan Kakek menyuruhnya untuk menggambar di depan toko saja, karena dia ingin melihat Pan Yue menggambar, tapi jangan keluar rumah. Pan Yue mengangguk dan mulai menggambar.
Melihat Pan Yue yang menggambar, membuat kakek sangat sedih. Dia ingat saat Pan Yue masih sehat dulu, Pan Yue selalu membantunya bekerja membuat kerajinan.
“Jika bukan karena kedua orang itu, kamu tidak akan cacat. Dan kamu tidak akan seperti sekarang. A Yue. Hidupmu seharusnya tidak seperti ini,” gumam Kakek dengan sedih.
--
Yu Zhi dan Gao Hui mulai melakukan lomba panjat tebing mereka dan pemenangnya adalah Yu Zhi.
“Baik, karena aku kalah, aku akan menepati taruhannya. Apa yang kau mau dariku? Makan bersama atau nonton film (pfft, dia kira Yu Zhi tertarik padanya dan mau ngajak kencan)? Jika kau mau olahraga bersama, aku bisa berkuda, memancing dan bermain golf, atau tenis, biliar dan tenis meja. Aku bisa melakukan semuanya bersamamu.”
“Jadi, kau baru saja mengakui kau kalah?”
“Karena aku sudah bertaruh, aku bersedia mengakui kekalahanku sekarang.”
“Jadi, aku anggap kau setuju untuk bekerja sama dengan Rui Hua,” ujar Yu Zhi, itu keinginannya. Dan senyum Gao Hui langsung hilang. “Untuk makan, nonton film, naik kuda, atau mendayung perahu, aku akan mengatur semua nya untuk mu selama kita bisa bekerja sama. Aku dapat menjamin kalau kau akan puas. Bagaimana?”
“Membosankan. Mengapa kau membahas bisnis lagi? Sepertinya, kita hanya punya koneksi bisnis. Aku ingin mendengar keinginanmu sejujurnya.”
“Aku bersumpah kalau yang ku katakan tadi semuanya benar. Aku juga sangat menantikan untuk bekerja sama denganmu.”
“Baiklah,” ujar Gao Hui. “Meskipun aku merasa kau membohongiku untuk melakukannya (masih nggak mau terima fakta kalau Yu Zhi tidak tertarik padanya). Tapi karena aku kalah, aku tidak akan mengingkari perkataannku tadi. Aku janji padamu.”
“Aku berharap kerja sama yang menyenangkan.”
Yu Yi kemudian menghampiri mereka. Dan Gao Hui dengan senang berkata kalau dia dan Yu Zhi adalah sekutu sekarang dan berharap bimbingan dan Yu Yi.
Yu Zhi kemudian pamit untuk pergi dulu karena dia masih ada janji lain. Sebelum itu, dia mengajak makan malam bersama, bertiga, dan dia yang akan membayar untuk merayakan kerja sama mereka.
“Bagaimana kau bisa tetap bahagia saat kalah? Itu bukan gayamu,” komentar Yu Yi melihat Gao Hui yang masih terus tersenyum menatap Yu Zhi yang berjalan pergi.
“Apakah aku kalah? Aku rasa tidak.”
--
Gao Hai pergi ke rumah Pan Yue lagi. Tapi, saat melihat Kakek di depan pintu, dia segera bersembunyi. Untunglah, tidak lama, kakek masuk ke dalam rumah untuk melayani pelanggan. Gao Hai langsung memanfaatkan hal tersebut untuk mengetuh kaca jendela kamar Pan Yue.

Gao Hai memberikan buku sketsa yang berisi gambar kupu-kupu. Pan Yue senang, tapi saat melihat gambar kupu-kupu itu hitam-putih, dia langsung tidak suka. Gao Hai menjelaskan kalau gambar itu hitam putih, agar Pan Yue bisa mewarnainya. Dan Pan Yue langsung semangat lagi, dia akan mewarnai gambar kupu-kupu tersebut.
Sambil menunggu Pan Yue mewarnai gambar, Gao Hai membahas kenangan masa lalu mereka. Mereka berdua adalah siswa di sekolah seni yang sama. Dan saat itu, Kakek menghalangi Pan Yu untuk pacaran karena Pan Yue masihlah pelajar. Dan dia sering datang diam-diam seperti sekarang untuk memberikan Pan Yue sketsa gambar ini. Dan Pan Yue selalu membuat sketsa gambarnya menjadi lebih indah.
Sayang, Pan Yue tidak ingat. Dia sangat berbeda dengan dulu. Dan hal itu membuat Gao Hai semakin merasa bersalah.
--

Gao Jie sudah pulang kantor, dan lagi-lagi dir. Zhou menganggunya. Dia kembali ingin merayu Gao Jie dan bahkan berkata dia bisa menawarkan lebih apa yang di berikan Si Cheng pada Gao Jie. Lagipula, Si Cheng tidak ada sekarang di sini, jadi Gao Jie tidak perlu berpura-pura.
Yu Zhi datang ke kantor Gao Jie ternyata untuk menjemputnya. Dan dia melihat Dir. Zhou yang mendekati Gao Jie, dia ingat dir. Zhou adalah pria di Thailand yang berusaha menyerang Gao Jie waktu itu juga.

Dengan sengaja, dia menghampiri Gao Jie dan menyapa Dir. Zhou dengan ramah. Dir. Zhou bingung karena tidak mengingat Yu Zhi. Dan Yu Zhi langsung mengingatkan kalau mereka kan bertemu di Thailand dulu di dekat bar. Mendengarnya, Dir. Zhou baru ingat dan langsung nampak takut dan bertanya apa yang Yu Zhi inginkan?
“Tidak ada. Aku lupa memperkenalkan pacarku,” ujar Yu Zhi dan menarik Gao Jie.
Dir. Zhou jadi panik sendiri dan pergi setelah berujar, “Jocelyn, aku tidak bisa menilaimu dari penampilanmu.”
Setelah dir. Zhou pergi, Yu Zhi baru melepaskan genggamannya dari Gao Je. Dia juga terkejut karena dir. Zhou ternyata teman kerja Gao Jie, dan dia yakin kalau dir. Zhou pasti sering ‘mengganggu’ Gao Jie.
“Tidak apa-apa. Aku bisa mengurusnya sendiri. Aku sudah mengajukan keluhan ke perusahaan. Dia tidak bisa melakukan hal buruk. Mengapa kamu datang?”
“Untuk berkencan denganmu. Meski intervalnya sudah cukup lama, sudah hampir sebulan sejak kita dari Asia Tenggara hingga sekarang. Tapi, apakah kau bisa malam ini?”
Gao Jie tersenyum.


2 comments:

  1. Lama ya...rada2 udah lupa jdnya,lanjut...semangat!!!!

    ReplyDelete
  2. Cepetan d lanjut dong sinopsisx smpai abis kk...jdi penasaranšŸ™ˆ

    ReplyDelete